Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Desa Bulak Hilang Dilibas Abrasi, Bukti Pesisir Jepara dalam Bahaya

Penanaman mangrove untuk menghalau laju abrasi di pesisir Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Daratan luas, di Desa Bulak, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, telah hilang ditelan abrasi. Seluruh warganya akhirnya direlokasi ke tempat baru, yang kini bernama Desa Bulak Baru.

Tri Wijatmiko, Camat Kedung, mengatakan dulunya Desa Bulak Baru bernama Desa Bulak. Desa ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Letak geografis inilah yang mengakibatkan kondisi daratan di pesisir itu dalam ancaman abrasi.

Pada tahun 1971, terjadi abrasi cukup parah dan bencana angin puting beliung yang mengakibatkan penduduk setempat terpaksa direlokasi satu kilometer ke arah timur.

Sebelas tahun kemudian, Desa Bulak kembali dilanda bencana abrasi yang lebih parah. Rumah-rumah warga dan jalan tenggelam.

Pada tahun 1983 warga Desa Bulak harus meninggalkan desa. Pindah ke wilayah sejauh kurang lebih empat kilometer ke lokasi yang saat ini diberi nama Desa Bulak Baru.

“Waktu itu penduduk terpaksa mengungsi ke desa Semat, Teluk Awur, dan desa-desa sekitar dengan menggunakan perahu. Pemerinta daerah Jepara pun merelokasi Desa Bulak dengan memberikan tanah persawahan Desa Bugel yang terletak di sebelah timur Desa Bulak yang pada akhirnya disebut sebagai Desa Bulakbaru,” kata Tri, Sabtu (16/10/2021).

Baca: Tiap Tahun Dua Meter Daratan Desa di Jepara Ini Hilang

Pihaknya tak menampik bahwa wilayah pesisir di Kecamatan Kedung dalam bayang-bayang ancaman abrasi. Tak hanya Desa Bulak Baru sebenarnya.

Desa lain seperti Desa Panggung, Dukuh Malang, Tanggul Tlare, dan Surodadi juga terancam abrasi. Setiap tahun bahkan nyaris dua meter daratan yang tenggelam.

Tri menambahkan, sejauh ini langkah-langkah yang bisa dilakukan yakni dengan memperbanyak tanaman yang bisa menahan laju ombak Laut Jawa. Seperti menanam mangrove atau pohon cemara.

“Sepanjang tahun di pesisir sini sering diadakan tanam mangrove. Baik dari pemerintah maupun aktivis lingkungan,” terang Tri.

Kondisi ini menjadi bukti jika pesisir Jepara dalam bahaya abrasi. Kepala Dinas Perikanan Jepara Wasiyanto menyebut, selain desa-desa di Kecamatan Kedung, Desa Bumi Harjo di Kecamatan Keling juga menjadi desa paling terancam abrasi.

Selain itu, Desa Balong juga sebenarnya sangat terancam abrasi, karena pernah ada aktivitas penambangan pasir besi di kawasan itu.

“Titik kritis abrasi itu di Kecamatan Kedung dan Desa Bandung Harjo di Kecamatan Keling,” kata Wasiyanto.

Pihaknya menyebut, luas tanah di seluruh pesisir Jepara yang sudah terkena abrasi seluas 82,5 kilometer. Jika berdasarkan penelitian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, setiap tahun dipastikan ada satu meter sampai 1,2 meter yang tergerus abrasi.

Sejauh ini, lanjut Wasiyanto, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya. Seperti menanam pohon mangrove dan pohon cemara di pesisir pantai.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...