Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiap Tahun Dua Meter Daratan Desa di Jepara Ini Hilang

Penanaman pohon mangrove di Pantai Tanggul Tlare Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tingkat abrasi di pesisir laut Jepara cukup tinggi. Tiap tahun daratan yang hilang di Kabupaten Jepara karena tergerus ombak antara satu sampai 1,5 meter.

Bahkan di salah satu desa, abrasi menggerogoti daratan hingga dua meter tiap tahunnya.

Itu terjadi di Desa Tanggul Tlare yang ada di Kecamatan Kedung, Jepara. Bahkan seratusan rumah harus direlokasi ke tempat yang lebih tinggi.

Karena sejak tahun 1988 wilayah itu tergerus abrasi. Sampai saat ini, abrasi masih mengancam tanah milik warga.

“Abrasi paling parah itu sekitar tahun 2005. Itu yang paling drastis. Setiap tahun ada dua meter tanah yang hilang tergerus abrasi. Karena angin kencang dan ombak besar,” kata Kosnadi, Petinggi Desa Tanggul Tlare baru-baru ini.

Pantauan MURIANEWS, di pinggir Pantai Tanggul Tlare hanya ditanami pohon cemara dan mangrove. Sayangnya, sebagian besar mangrove yang ditanam bahkan sudah mati. Seperti tak ada perawatan sama sekali.

Di Kecamatan Kedung, desa-desa yang selalu menjadi korban abrasi tak hanya Tanggul Tlare. Tapi juga menimpa Desa Panggung, Dukuh Malang, Bulak Baru, Surodadi, dan Semat. Bahkan, Desa Bulak Baru adalah desa baru yang dulunya terkena abrasi hingga satu desa utuh.

Kepala Dinas Perikanan Jepara Wasiyanto menyebut, selain desa-desa di Kecamatan Kedung, Desa Bumi Harjo di Kecamatan Keling juga menjadi desa paling terancam abrasi.

Baca: Pantai Tanggultlare Jepara Ditanami Ribuan Mangrove

Selain itu, Desa Balong juga sebenarnya sangat terancam abrasi, karena pernah ada aktivitas penambangan pasir besi di kawasan itu.

“Titik kritis abrasi itu di Kecamatan Kedung dan Desa Bandung Harjo di Kecamatan Keling,” kata Wasiyanto.

Pihaknya menyebut, luas tanah di seluruh pesisir Jepara yang sudah terkena abrasi seluas 82,5 kilometer. Jika berdasarkan penelitian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, setiap tahun dipastikan ada satu meter sampai 1,2 meter yang tergerus abrasi.

Sejauh ini, lanjut Wasiyanto, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya. Seperti menanam pohon mangrove dan pohon cemara di pesisir pantai.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...