Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Geger Kasus Mbah Minto Demak, Mabes Polri Angkat Bicara

kakek Kasmito (74) berada di jeruji besi setelah dijerat kasus penganiayaan usai membela diri karena membacok terduga pencuri di kolam ikan yang ia jaga. (Istimewa)

MURIANEWS, JakartaKakek Kasmito alias Mbah Minto yang dijerat kasus penganiayaan usai membela diri karena membacok terduga pencuri di kolam ikan yang ia jaga menyita perhatian publik.

Apalagi kakek 74 tahun itu kini siap disidangkan di PN Demak dan dijerat pasal 351 ayat 2 terkait penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Atas kasus tersebut Mabes Polri pun angkat bicara.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menyebut penanganan kasus Mbah Minto yang membacok pria yang diduga pencuri di kolam ikan yang dia jaga itu sudah sesuai prosedur.

Baca: Kakek di Demak Ditahan Usai Bacok Pencuri, Begini Klarifikasi Kapolres

“Polres Demak Polda Jateng sudah menjalankan penyidikan sesuai prosedur hukum,” ujar Ramadhan seperti dikutip dari detik.com.

Ramadhan menjelaskan awal mula dari kasus tersebut. Berawal pada tanggal 7 September 2021, di mana ada warga yang menemukan seorang pemuda yang mengalami luka bacok di lengan kiri dan leher sebelah kanan.

Setelah itu, Ramadhan mengatakan warga setempat melarikan pemuda itu ke puskesmas. Warga lainnya pun bergegas membuat laporan ke Polres Demak.

Setelah kondisi pemuda itu membaik, polisi melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap korban pembacokan hingga sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan itu, Mbah Minto dibawa ke Polres Demak karena menjadi terduga pelaku penganiayaan atau pembacokan.

Baca: Mbah Minto, Kakek Pembacok Pencuri di Demak Terancam Lima Tahun Penjara

“Berdasarkan pengakuan, polisi menemui saudara Kasminto. Dan saudara Kasminto diduga adalah sebagai orang yang melakukan pembacokan tersebut. Membawa Bapak Kasminto ke Polres Demak,” tutur Ramadhan.

Meski demikian, kata Ramadhan, saat ini perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21. Barang bukti beserta tersangka dalam kasus dugaan pembacokan itu juga sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Satu bulan setelah laporan pembacokan yang membuat Mbah Minto ditahan, muncul laporan pencurian ikan yang masuk ke Polres Demak pada 11 Oktober 2021. Pemilik lahan kolam ikan tempat Mbah Minto bekerja melaporkan adanya dugaan pencurian pada tanggal 7 September 2021, atau hari di mana Mbah Minto diduga membacok korban.

Baca: Terduga Pencuri yang Dibacok Kakek di Demak Juga Jadi Tersangka, Ini Penjelasannya

Berdasarkan laporan tersebut, Ramadhan menyampaikan penyidik langsung melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Setelah fakta dikumpulkan oleh penyidik, Marjani, 38, warga Desa Morosari, Kecamatan Bonang, atau korban penganiayaan Mbah Minto juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Gitu ceritanya ya. Kemudian, Polres Demak membawahi bahwa penanganan kedua kasus tersebut dilakukan secara profesional dan prosedural sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

“Jarak antara laporan penganiayaan atau pembacokan yang dilakukan oleh tersangka inisial K di mana punya jarak satu bulan dengan laporan atau kasus yang dilaporkan dengan kasus pencurian ikan dengan tersangka inisial M,” ungkapnya

Baca: P21, Kakek di Demak yang Ditahan karena Bacok Pencuri Segera Disidang

Sementara itu, kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto, berharap kasus yang menimpa kliennya dapat dilihar dari konteks keseluruhan.

“Mbah Minto membela diri, karena pencuri membawa setrum ikan di situ akhirnya Mbah Minto membacok dengan arit. Karena merasa sering kemalingan sebelumnya, akhirnya emosi,” tuturnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...