Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gegara Pinjol Ilegal, Jokowi Gelar Ratas Bahas Pengelolaannya

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Menkominfo Johnny G Plate saat konfrensi pers usai ratas bersama Jokowi dalam membahas pinjol. (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) internal. Dalam rapat di Istana Kepresidenan, Jumat (15/10/2021) tersebut membahas tata pengelolaan pinjaman online (pinjol).

Ratas tersebut dihadiri, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkominfo Johnny G Plate, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Tadi di dalam rapat internal bersama bapak presiden dibahas dibicarakan secara khusus terkait tata kelola pinjaman online,” ujar Johnny dalam konferensi pers usai rapat yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: MUI: Pinjol Cenderung Mudarat Ketimbang Manfaat

Seperti diketahui, aparat kepolisian menggerebek sejumlah tempat praktik pinjaman online (pinjol) ilegal. Penggerebekan dilakukan di Jakarta, Tangerang, dan Yogyakarta. Dalam penggerebekan di tiga wilayah itu, polisi mengamankan lebih dari 100 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: 89 Debt Collector Pinjol di Yogyakarta Diboyong ke Polda Jabar

Johnny mengemukakan, dalam rapat itu, Jokowi menekankan agar tata kelola pinjol harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik. Sebab, lanjut Johnny, ada lebih dari 68 juta Rakyat Indonesia memiliki akun di dalam kegiatan finansial teknologi atau fintech. Selain itu, perputaran dana di fintech sekitar Rp 260 triliun.

“Bapak presiden menekankan betul bahwa tata kelola pinjaman online harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik mengingat telah ada lebih dari 68 juta rakyat yang mengambil bagian atau akun di dalam kegiatan finansial teknologi kita. Rp 260 triliun lebih omset atau perputaran dana ada di dalamnya,” kata Johnny.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...