Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

METRO JAYA

Kasus Pinjol di Tangerang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (Dok. Humas Polres Jakarta Barat)

MURIANEWS, Jakarta – Polisi telah menggerebek kantor pinjol, PT Indo Tekno Nusantara (ITN) di Green Lake City, Kota Tangerang. Dari penggerebekan itu, Polisi menetapkan tiga tersangka terkais kasus penyelenggaraan pinjol tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dalam penggerebekan sendiri, sebelumnya polisi telah mengamankan 32 orang. Mereka semua telah diperiksa dan tiga orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

“Sampai tadi pagi ada 32 orang yang sudah selesai diperiksa. Ada tiga orang ditetapkan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Sepanjang 2020-2021, Polisi Tangani 370 Kasus Pinjol

Sementara 29 orang yang tidak ditetapkan sebagai tersangka diperbolehkan pulang dan dikenakan wajib lapor. Adapun tiga tersangka itu berinisial P, MAF, dan RW. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda.

“P adalah direktur PT ITN bertanggungjawab atas kegiatan pinjol ilegal,” ucap Yusri.

Adapun tersangka MAF dan RAW merupakan penagih utang pinjol. Dalam penagihannya, mereka mengancam korban menggunakan konten pornografi.

Baca juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Jakarta, Puluhan Karyawan Ditangkap

“Melakukan penagihan pinjaman dengan mengirim foto korban dengan foto pornografi yang seolah-olah foto itu foto milik korban dalam bentuk pornografi,” tutur Yusri.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 35 Juncto 51 Pasal 27 Juncto 45 UU ITE. Ketiganya juga telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

baca juga: Kantor Pinjol yang Digerebek Polisi di Tangerang Bergerak di Jasa Collector

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek kantor perusahaan penagih utang pinjol, PT Indo Tekno Nusantara (ITN) di sebuah ruko di Green Lake City, Tangerang.

Perusahaan penagih utang ini telah beroperasi sejak 2018. Perusahaan ini melakukan penagihan terhadap para peminjam di 13 aplikasi pinjol, tiga di antara legal dan sisanya ilegal.

Dalam proses penagihannya, mereka menggunakan konten pornografi untuk mengancam para peminjamnya. Selain itu, para penagih juga memberikan ancaman-ancaman lain kepada para peminjam jika tak membayar utangnya.

“Ada beberapa korban dari masyarakat yang sempat stres karena tagih-tagihan yang dilakukan pelaku, baik ancaman secara langsung maupun telpon di medsos,” kata Yusri kepada wartawan, Kamis (14/10).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...