Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PTM Dibuka, Pengusaha Seragam Sekolah di Pati Kembali Tersenyum

Seragam olahraga yang kini mulai dipesan sekolah untuk PTM. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Setelah hampir dua tahun terpuruk, pengusaha konveksi pembuatan seragam sekolah di Pati Bumi Mina Tani mulai bergeliat. Hal itu menyusul mulai dibukanya lagi pembelajaran tatap muka (PTM) di berbagai daerah.

Pengusaha konveksi seragam sekolah Karmisih mengatakan, sejauh ini pesanan sudah meningkat cukup signifikan. Itu terhitung sejak Agustus 2021 lalu, di mana para pelajar sudah diperbolehkan untuk mengikuti PTM.

“Peningkatan orderan sudah sekitar 80 persen. Orderan tidak hanya dari Pati, tetapi dari daerah lain juga ada,” katanya, Jumat (15/10/2021).

Ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke daring (online), Karmisih mengaku pesanan seragam sekolah anjlok hingga 100 persen. Imbasnya, dia pun harus beralih ke usaha lain saat itu.

“Dari kemarin sebelum dibukanya pembelajaran tatap muka kami mengalami penurunan yang sangat luar biasa sampai 100 persen penurunan,” jelas warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati Kota itu.

Pekerja menjahit pesanan seragam sekolah (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Tidak hanya itu, pihaknya sempat merumahkan puluhan karyawannya. Lantaran sepinya order seragam sekolah.

Alhamdulilah sekarang yang kerja di sini maupun borongan di rumah bisa kerja atau aktif lagi,” ungkapnya.

Baca: Horor! Truk Trailer Berpindah Misterius dari Alas Roban ke Hutan Jati Pati

Dia mengakui, untuk pesanan paling banyak memang dari luar pulau Jawa. Sementara pesanan lokal seperti Pati masih sepi, lantaran PTM masih dalam tahap uji coba, belum semua sekolah menerapkan PTM.

“Saat ini peningkatannya luar biasa, terutama pesanan dari luar Jawa, banyak sekali pesanan masuk,” terangnya.

Karmisih berharap pandemi Covid-19 ini segera selesai. Dengan begitu, aktivitas uhasa maupun aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti biasanya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...