Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Denda Pelanggar Prokes di Pati Naik 10 Kali Lipat

Petugas Satpol PP Pati melakukan razia protokol kesehatan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Bupati Pati Haryanto mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup) Nomor 15 Tahun 2021. Isinya tentang kenaikan denda bagi warga yang melanggar protokol Kesehatan (prokes) selama penanganan pandemic Covid-19.

Dalam Inbup tersebut, denda yang semula hanya Rp 100 ribu untuk masyarakat umum, kini naik 10 kali lipat menjadi Rp 1 juta. Kemudian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) semula Rp 300 ribu menjadi Rp 3 juta.

Selanjutnya untuk pengelola usaha yang semula Rp 1 juta, naik lima kali lipat menjadi Rp 5 juta sekali melanggar.

Munculnya Inbup ini pun dibenarkan oleh Kasatpol PP Pati Sugiyono. Dia menceritakan, mulanya dinaikkannya denda tersebut lantaran dengan jumlah denda yang lama, masih banyak warga yang melanggar.

“Sakai denda yang dulu itu tidak begitu optimal. Karena ternyata masih banyak masyarakat yang melanggar, terutama tempat-tempat karaoke, para pemilik usaha masih nekat buka, meksipun sudah berkali-kali kami operasi,” katanya, Kamis (14/10/2021).

Baca: Horor! Truk Trailer Berpindah Misterius dari Alas Roban ke Hutan Jati Pati

Belum lama ini, pada masa PPKM pihaknya bersama dengan petugas kepolisian juga melakukan razia di berbagai tempat karaoke. Hasilnya ada ratusan orang, termasuk pemandu karaoke, pengunjung dan pemilik yang nekat beroperasi.

Lantaran denda ini tak begitu optimal dan masih banyak temui masyarakat atau pengelola karaoke yang nekat mengabaikan protokol kesehatan dan membuka usaha karaokenya, Bupati Pati Haryanto pun menaikkan denda pelanggar prokes.

“Kejadian sepeti ini selalu diulang-ulang, sehingga bupati, mengeluarkan Inbup 15 tahun 2021. Masyarakat biasa itu (denda, red) Rp 1 juta, pegawai negeri atau aparat Rp 2 juta, pengelola usaha Rp 5 juta,” lanjutnya.

Baca: Cerita Pengusaha Bus Pati Dikejar-kejar Leasing saat Pandemi

Pihaknya berharap dengan adanya kenaikan denda ini, membuat pemandu karaoke, pengunjung hingga pengelola karaoke menjadi jera dan tak membuka usaha karaoke di tengah pandemi Covid-19.

“Dan tentunya itu merupakan upaya yang telah dilakukan oleh pihak terkait, untuk membuat jera, agar tidak bandel. Selama ini belum ada yang terjaring setelah adanya inbup baru ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...