Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banyak Desa di Grobogan Rawan Bencana, Ini Langkah BPBD

Tim BPBD Jateng dan BPBD Grobogan melaksanakan pembentukan destana di Desa Lebak. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Kabupaten Grobogan memiliki 273 desa dan tujuh kelurahan. Dari jumlah ini Sebagian besar di antaranya merupakan daerah rawan bencana alam, baik banjir, longsor ataupun angin kencang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mengupayakan menambah jumlah desa tangguh bencana (destana) sebagai Langkah antisipasi.

Jumlah destana ini pun terus bertambah. Yang terbaru, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, dan Desa Penadaran, Kecamatan Gubug ditetapkan sebagai destana oleh BPBD Provinsi Jateng.

Beberapa waktu sebelumnya, juga sudah dibentuk dua destana yang difasilitasi BPBD Grobogan. Yakni, Desa Lemahputih, Kecamatan Brati dan Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung.

“Hingga saat ini, sudah ada sembilan destana di Grobogan. Empat destana di antaranya dibentuk pada tahun 2021 ini,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Sedangkan lima destana lainnya dibentuk pada tahun sebelumnya. Yakni, Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu yang difasilitasi BPBD Jateng tahun 2020.

Kemudian, tahun 2019, Desa/Kecamatan Gubug, dan Kelurahan/Kecamatan Grobogan yang difasilitasi BPBD Grobogan. Kemudian, pada tahun 2015, Desa Anggaswangi, dan Desa Kemloko di Kecamatan Godong yang difasilitasi BPBD Jateng.

Keberadaan destana membantu dalam hal penanganan kedaruratan. Peran destana dibutuhkan dalam upaya pertolongan pertama saat terjadi bencana, sebelum petugas datang ke lokasi.

Pembentukan destana, bisa dimulai dari membentuk sejumlah program kebencanaan. Kemudian ada juga pembekalan dan pembinaan secara berkelanjutan di bawah koordinasi BPBD.

Para relawan akan dilatih teknik penanganan kedaruratan, seperti membuat dapur umum, menangani pengungsi, evakuasi korban, hingga pertolongan pertama terkait kesehatan.

“Penanganan penanggulangan bencana tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat serta dunia usaha,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...