Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Media Asing Beritakan Suara Azan Membuat Berisik, Ini Kata MUI

Ilustrasi pengeras suara masjid.(MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta – Sejumlah media asing menyoroti warga Jakarta yang takut mengkomplain suara azan karena dianggap terlalu bising dan mengganggu kenyamanan. Berita itu salah satunya dilaporkan AFP.

Tak hanya AFP, media lokal Prancis, RFI, juga turut melaporkan hal serupa. Menurut laporannya, keluhan soal pengeras suara yang bising semakin meningkat di media sosial.

Baca juga: Hormati Hari Raya Nyepi, Umat Islam di Plajan Jepara Kumandangkan Azan Tanpa Pengeras Suara

Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyesalkan adanya pemberitaan dari media asing itu. “Menyesalkan jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa azan membuat berisik,” kata Amirsyah dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (14/10/2021).

Menurut Amirsyah, AFP tak bisa menyimpulkan secara sepihak bilamana ada seorang susah tidur karena terganggu suara azan. Amirsyah menjelaskan, penggunaan pengeras suara di Masjid sudah ada peraturannya yang dibuat Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bahkan, lanjutnya, DMI telah mengimbau agar pengeras suara masjid didengungkan hanya 10 menit sebelum waktu Subuh. “Pak Jusuf Kalla selaku Ketua DMI telah mengimbau agar boleh pengeras suara masjid didengungkan 10 menit sebelum waktu subuh masuk,” kata dia.

Baca juga: Berkaca dari Arab Saudi, Kemenag Kembali Kaji Kegunaan Pengeras Masjid, Begini Saran PBNU

Selain itu, Amirsyah turut menyadur salah satu penjelasan yang terkandung dalam buku ‘The Power of Azan’ karya Teguh Sunaryo. Ia menyatakan buku itu turut menjelaskan mengenai keajaiban dan manfaat azan.

Ia menjelaskan dalam buku itu bahwa azan adalah kalimat Allah berupa seruan dan panggilan dari Allah melalui seorang muazin untuk meraih kemenangan melalui kerendahan hati bertakbir.

“Sekaligus pengajuan hanya Allah Yang Maha Besar dan menegaskan komitmen bersyahadat serta keikhlasan bertauhid, seraya bersegera untuk menyembah Allah dengan mendirikan salat di awal waktu,” kata dia.

Sementara itu, dalam berita AFP menyebutkan ada salah satu warga Jakarta, Rina, bukan nama sebenarnya, bangun tiap pukul 03.00 pagi karena pengeras suara yang begitu keras dari masjid di pinggiran Jakarta saat azan berkumandang.

Dia mengalami gangguan kecemasan. Rina sering tak bisa tidur, mual saat makan, tetapi takut saat akan menyampaikan keluhannya. Sebab, ia menilai jika mengatakannya akan dipenjara atau diserang.

Keluhan terkait azan di Indonesia dinilai sensitif dan dapat berujung pada tuduhan penistaan agama, kejahatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Tidak ada yang berani mengeluh mengenai hal itu, di sini,” kata narasumber AFP ini.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...