Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kemenpan Larang ASN Cuti saat Maulid, BKPP Sukoharjo: Belum Ada Surat Resmi

Ilustrasi. Para PNS mengikuti apel pagi. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Sukoharjo — Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang berpergian ataupun cuti saat libur maulid Nabi Muhammad pada 18-22 Oktober 2021.

Larangan tersebut disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui akun Twitter resminya @kempanrb.

Pada pengumuman yang diunggah Selasa (12/10/2021) itu sekaligus dijelaskan adanya pergeseran hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi tanggal 20 Oktober. Aturan larangan cuti bagi ASN tersebut tertulis dalam surat edaran (SE) Menteri PAN-RB No 13/2021.

Mengutip Solopos.com, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini mengaku, belum menerima edaran resmi pembatasan atau larangan cuti bagi ASN selama hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Meskipun begitu, ia menegaskan Pemkab Sukoharjo akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasinya secara resmi. Tapi kalau memang ada dan harus dilaksanakan tentu kami akan meneruskan dengan menginformasikannya kepada para ASN di Sukoharjo. Tapi sampai saat ini belum,” ungkapnya, Kamis (14/10/2021).

Sumini mengatakan hingga saat ini belum menyosialisasikan terkait aturan tersebut kepada para ASN. Namun, ia mengatakan sesuai aturan terbaru yang berupa Instruksi Bupati Sukoharjo sudah dicantumkan beberapa pembatasan terkait para ASN.

“Sebenarnya sudah ada pembatasan aktivitas juga untuk ASN. Tapi untuk khusus hari libur nasional bulan ini kami akan menunggu dulu informasi resminya baru akan ditindaklanjuti,” bebernya.

Sementara itu, informasi yang dicuitkan akun Twitter @kempanrb pada Selasa (12/10/2021) itu tertulis pemerintah melarang ASN untuk cuti dan bepergian selama periode tersebut.

Larangan bepergian dan cuti itu dikecualikan bagi ASN yang mengajukan cuti melahirkan, cuti sakit, atau alasan penting lainnya. Aturan tersebut juga menegaskan pejabat pembina kepegawaian diminta untuk memberikan sanksi hukuman disiplin kepada ASN yang melanggar dan melaporkan melalui tautan s.id/LaranganBepergianASN paling lambat tiga hari sejak tanggal libur nasional.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...