Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Ancaman Pidana bagi Pelaku Pinjol Ilegal

Polres Metro Jakarta Pusat gerebek kantor pinjol ilegal. (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek kantor pinjol ilegal di Ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi mengungkapkan ada sejumlah ancaman pidana yang bisa dijeratkan pada para tersangka. Bahkan, ada kemungkinan para pelaku itu bisa terjerat pasal berlapis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan para pelaku usaha pinjol ilegal nantinya bakal dijerat mulai UU ITE. Selain itu, karena dinilai telah merugikan masyarakat, para tersangka nantinya bakal dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen.

Baca juga: Sepanjang 2020-2021, Polisi Tangani 370 Kasus Pinjol

“Persangkaan pasal mulai tindak pidana ITE dan perlindungan konsumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 juncto Pasal 45 (b) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan/atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf f juncto Pasal 17 ayat 1 huruf G UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP,” kata Hengki dikutip dari Detikcom, Kamis (14/10/2021).

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 56 karyawan. Puluhan karyawan itu berperan mulai dari tim pemasaran hingga penagih utang.

Baca juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Jakarta, Puluhan Karyawan Ditangkap

“Karyawan yang didatangi sebanyak 56 orang. Mereka bagian penawaran pinjaman maupun penagihan,” terang Hengki.

Dalam penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi, yakni 52 unit computer dan 56 unit handphone milik para karyawan yang diamankan.

Polisi masih menggali keterangan puluhan karyawan yang telah diamankan tersebut. Direncanakan sore ini Polres Metro Jakarta Pusat bakal melakukan konferensi pers untuk menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut.

Lebih lanjut, sejauh ini status tersangka para karyawan itu masih didalami oleh penyidik.

“Kita mau dalami dulu berapa tersangkanya. 56 yang sekarang diperiksa. Masih terperiksa, masih didalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...