Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dana Hibah KONI Kudus Diduga Disunat, Kejari Turun Tangan

Kantor Kejaksaan Negeri Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus melakukan penyelidikan atas dugaan pemotongan dana hibah yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus. Bahkan, penyelidikan saat ini dilakukan kepada kepengurusan tahun 2016-2021.

Sejumlah pengurus cabang (Pengcab) olah raga di Kota Kretek yang menerima dana hibah juga dimintai keterangan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Ardian mengatakan, penyelidikan tersebut dilakukan lantaran adanya laporan dari masyarakat soal adanya dugaan tindakan korupsi pemotongan dana hibah. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap melakukan penyelidikan.

“Dugaan adanya pemotongan dilakukan KONI dari tahun 2016-2021. Laporannya itu ada pemotongan Rp 2 juta per- Pengcab. Ini masih tahap pengumpulan data dan pengumpulan keterangan,” katanya, Kamis (14/10/2021).

Dari peyelidikan yang sudah dimulai Oktober 2021 itu, sambung Ardian, sudah ada sejumlah pengurus baik dari KONI ataupun Pengcab yang dimintai data dan keterangan.

Baca: Pernyataan Ketua KONI Kudus Soal Dana Hibah yang Dibidik Kejari

Hanya saja, pihaknya masih enggan menyebutkan secara pasti sudah ada berapa orang yang dimintai keterangan.

“Intinya sudah ada lebih dari empat orang pengurus KONI tahun 2016-2021. Beberapa Pengcab juga sudah kami mintai keterangan. Tapi belum semuanya,” jelasnya.

Sementara ini, lanjut dia, belum menemukan adanya tindak pidana dalam hasil penyelidikan sementara. Namun Kajari Kudus memastikan jika proses penyelidikan belum rampung.

“Masih dalam penyelidikan, belum ditemukan adanya tindak pidana. Kalau nantinya benar ditemukan tindak pidana korupsi akan kami tangani. Kalau nantinya tindak pidana umum kami serahkan ke kepolisian,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...