Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tim Kasih Keras PSG Pati Mlempem di Liga 2

Tim PSG Pati, yang menguusung slogan ‘Kasih Keras’, tampil mlempem di Liga 2. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus- Sebagai tim dengan persiapan luar biasa, PSG Pati sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim favorit di Liga 2. Namun tim yang dimiliki Atta Halilintar ini tampil diluar dugaan.

Tim yang dalam masa persiapan berhasil mengalahkan tim-tim Liga 1 ini, bahkan baru berhasil meraih 1 poin, dari tiga pertandingan mereka. Tim-tim Liga 1, seperti Persija Jakarta dan Persiraja Banda Aceh, jadi korban kedigdayaan mereka, saat beruji coba.

Namun begitu tampil di kompetisi, mereka malah tampil ‘mlempem’. Dari tiga laga, tim yang baru ditinggal pelatih Ibnu Grahan ini belum pernah menang. Mereka hanya berhasil meraih hasil satu kali imbang dan dua kali kalah. Di klasemen Sementara Grup C Liga 2, PSG Pati jadi juru kunci.

Ibnu mundur karena merasa tak mampu mengangkat harkat AHHA PSG Pati yang mematok target promosi ke Liga 1. Hingga kini tim yang sahamnya juga dimiliki pengusaha Putra Siregar ini belum mengumumkan pelatih baru.

BACA JUGA: Ibnu Grahan Juga Mengundurkan Diri Dari PSG Pati

Selain itu, tim yang mengusung tema ‘Kasih Keras’ ini juga masih terus didera kasus perilaku kurang pantas pemainnya. Sekurangnya ada tiga hal yang menjadi sorotan publik terkait hal ini.

Aksi tendangan kungfu Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun dalam laga uji coba melawan Persiraja di Jakarta. Sudah bersalah, Zulham sebagai kapten tim malah berkali-kali memprovokasi publik lewat media sosial.

Tim PSG Pati juga sempat dikait-kaitkan dengan rusaknya ruang ganti Stadion Manahan yang jadi lokasi pertandingan seluruh Grup C Liga 2 2021. Soal ini, kemudian dibantah pihak klub dan panpel.

Aksi kurang terpuji Heri Setiawan dan Nurhidayat Haji Haris, PSG bertanding melawan Persijap Jepara pada Senin (11/10/201) lalu juga menjadi sorotan. Heri memukul tangan wasit saat protes, sedangkan Nurhidayat menyikut pemain lawan.

Chief Operating Officer (COO) AHHA PSG Pati Devo Sashendra, mengatakan pihaknya akan terus berbenah dan melakukan evaluasi dari tiga laga Grup C Liga 2 yang telah mereka lakoni.

“Kita menyikapinya dengan terus berbenah dan evaluasi. Uji coba kan berbeda dengan laga resmi, mungkin mental anak anak belum siap, situasinya berbeda,” ucap Devo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (13/10/2021)

“Tapi kemarin kami mendapatkan poin, sangat baik untuk mental anak anak. Semoga setelah ini kami mendapatkan hasil maksimal.”

Pada pertandingan melawan Persijap, dua pemain PSG Pati bahkan harus dikeluarkan dari lapangan pertandingan. Aksi mereka dinilai tidak pantas dilakukan untuk pemain professional di Liga 2.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...