Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bulutangkis Jateng Merasa Digembosi di PON XX Papua

Pasangan ganda campuran Jawa Tengah, Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus mengakui keunggulan ganda campuran Jawa Timur setelah takluk di partai Final PON XX Papua. (PB PON XX PAPUA/Ronaldy Irfak)

MURIANEWS, Jayapura – Target satu medali emas dari cabang bulutangkis Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua gagal tercapai. Manajer bulutangkis PON Jawa Tengah, Pujiasto mengaku timnya ‘digembosi’.

Jawa Tengah sebelumnya menargetkan bisa meraih satu medali emas. Namun hasil akhir yang diraih Jawa Tengah adalah satu medali perak dan dua medali perunggu. Hasil ini dinilai mengecewakan.

Pujiasto mengaku menyatakan, di PON XX Papua ini timnya tidak bisa tampil penuh. Bahkan pihaknya merasa timnya ‘digembosi’ oleh pihak technical delegate PON untuk cabang olahraga bulu tangkis.

Tim Jawa Tengah, menurut Pujiasto sebenarnya membawa 12 pemain yang diharapkan bisa dimainkan di arena PON XX Papua. Namun dalam perkembangannya, lima di antaranya gagal bertanding.

Mereka merupakan atlet pengganti bagi pemain-pemain Jawa Tengah yang sempat didaftarkan namun akhirnya tidak bisa hadir karena ikut berlaha di Piala Thomas, Uber dan Sudirman. Namun pemain-pemain pengganti ini tidak diperkenankan turun bertanding.

Mereka adalah Ghana Muhammad Al Ilham, Asghar Herfanda, Daniel Edgar Marvino, Mychelle Crhystine Bandaso, dan Mutiara Ayu Puspitasari. Alhasil hanya tujuh atlet yang berlaga di PON XX Papua.

BACA JUGA: Ganda Campuran Jateng Raih Perak

Sehingga dari 12 pemain yang dibawa, Jateng akhirnya hanya bisa memainkan 7 orang pemain saja. Mereka adalah Bobby Setiabudi, Alberto Alvin Yulianto, Bagas Kristianto Nugroho, dan Bagas Maulana. Lalu ada Aisyah Sativa Fatetani, Indah Cahya Sari Jamil, dan Agatha Imanuela.

Karena hanya 7 pemain, beberapa di antaranya terpaksa harus merangkap di dua nomor. Bobby Setiabudi misalnya, yang biasa hanya main di tunggal putra harus bermain di sektor ganda putra berpasangan dengan Bagas Maulana.

“Soal daftar nama atlet pengganti sejatinya sudah kami usulkan jauh-jauh hari ke pihak technical delegate PON. Karena memang skuad awal kami kan saat itu ada yang ikut Sudirman Cup, Thomas Cup, dan Uber Cup. Sehingga kami harus mencari penggantinya dan daftar nama pengantinnya itu sudah kami serahkan jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Pujiasto, Rabu (13/10/2021).

Pujiasto juga menyesalkan hal ini. Sebab, kontingen Jawa Barat yang juga mengalami hal sama, namun diperbolehkan mengganti beberapa nama atlet dan tidak dipermasalahkan. Atlet pengganti Jawa Barat juga diperbolehkan untuk tetap bertanding.

“Ini kan kejuaraan PON. Dimana kejuaraan PON ini kejuaraan dari KONI Pusat. Usulan pergantian beberapa nama atlet kami itu padahal sudah disetujui oleh KONI pusat dan KONI Jateng. Tetapi pihak technical delegate PON tidak menyetujui dan tidak melaksanakan. Sehingga ketujuh atlet kami tidak bisa main,” keluh Pujiasto.

Atas hasil ini, Pujiasto meminta maaf kepada masyarakat Jawa Tengah atas gagalnya meraih satu medali emas. Pihaknya berharap hal ini bisa diperbaiki di PON berikutnya.

“Mohon maaf belum dapat mempersembahkan satu medali emas. Hanya mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu. Ke depan semoga Jateng bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di PON berikutnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...