Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Vaksin Booster Akan Jadi Kendala Jemaah Umrah

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kompleks Pendapa RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Arab Saudi sudah membuka umrah untuk Indonesia. Meski demikian syarat vaksin booster jadi kendala tersendiri.

Para pemilik biro travel umrah dan haji sudah mulai bersiap-siap setelah kepastian dibukanya umrah untuk Indonesia.

Salah satu pemilik biro travel haji dan umrah di Jepara, Haizul Ma’arif, mengaku sudah menyiapkan diri. Persiapan itu antara lain dengan mengimbau kepada calon jemaah umrah untuk segera mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Soal vaksin memang menjadi syarat wajib bagi calon jemaah umrah. Kemarin sempat beredar vaksin Sinovac itu tidak bisa diakomodir oleh Arab Saudi. Tapi sekarang sudah boleh,” kata Gus Haiz, pengusaha yang juga Ketua DPRD Jepara ini, Rabu (13/10/2021).

Kendati demikian, lanjut Gus Haiz, Arab Saudi masih mensyaratwajibkan adanya suntikan dosis ketiga atau booster.

Sedangkan, di Jepara sendiri vaksin pun terbilang sangat terbatas stoknya. Selain itu, jangka waktu dari suntikan dosis pertama sampai dosis ketiga, paling tidak membutuhkan waktu paling tidak tiga bulan.

“Kami informasikan kepada calon jamaah umrah, agar mulai sekarang vaksin. Karena vaksin ini menjadi syarat. Padahal suntikan vaksin dosis pertama sampai ketiga kan butuh waktu beberapa bulan. Artinya, prosesnya tidak bisa cepat,” ujar Gus Haiz.

Pihaknya memprediksi, petunjuk teknis terkait pelaksanaan ibadah umrah paling tidak pada akhir tahun ini. Sedangkan, untuk pemberangkatan ke Tanah Suci dimungkinkan pada awal tahun 2022.

Baca: Biaya Umrah Diprediksi Naik Jadi Rp 33 Juta

Meskipun belum ada kejelasan kapan akan dibuka, Gus Haiz sudah menerima seratusan calon pendaftar jemaah umrah.

Walaupun pihaknya belum membuka pendaftaran, Gus Haiz masih tetap menyimpan nama-nama mereka untuk diprioritaskan jika nantinya pemberangkatan umrah dibuka secara resmi.

Baca: Alhamdulillah, Pemerintah Arab Saudi Membuka Ibadah Umrah Indonesia

Saat ini, lanjut Gus Haiz, pihaknya masih memiliki tanggungan 17 jemaah umrah yang belum sempat diberangkatkan, karena terlanjur pandemi.

Padahal, tiket, visa, hotel, dan pesawat sudah dibayar lunas. Beruntung, untuk tiket pesawat masih bisa dijadwalkan ulang. Sedangkan, untuk hotel di Arab Saudi masih belum ada kejelasan.

“Mereka yang 17 jemaah itu jadi prioritas kami. Nanti akan kami berangkatkan pertama kali kalau sudah dibuka,” jelas Gus Haiz.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...