Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Intip Lebih Dekat Fitur Kursi Roda Elektrik Buatan Pemuda Kudus

Fikri saat menjajal kursi roda rakitannya. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kursi roda buatan Fikri Hanif Wijaya asal Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus diklaim bisa difungsikan lima hingga enam jam dengan menggunakan baterai.

Ketika nanti habis baterai, isi ulang baterainya juga  memerlukan waktu lima hingga enam jam pula.

“Pembuatan kursi roda elektrik ini kami sesuaikan dengan kondisi trotoar dan jalanan yang ada di Kudus,” kata dia, Rabu (13/10/2021).

Untuk pengaplikasiannya, Fikri dan timnya membekali sebuah joystick untuk mengatur maju, mundur, dan belok dari si kursi roda elektrik buatannya itu. Satu pegas hidrolik juga disematkan untuk memudahkan penggunanya menyesuaikan ketinggian meja ataupun mengambil barang di atas rak.

Untuk kecepatannya sendiri, kursi roda elektrik dibekali dengan mesin yang menghasilkan tenaga 70 rpm. Sehingga bisa berjalan dengan kecepatan maksimal 15 sampai 20 km/jam.

Pengerjaan kursi roda sendiri, sambung dia, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Waktu tersebut, sudah termasuk melakukan riset, mendesain, hingga menunggu komponennya datang.

Biaya yang dihabiskan pun bisa dibilang lumayan banyak. Yakni sekitar Rp 18 juta. Biaya itu, untuk membeli berbagai part kursi roda tersebut yang sebagian besar berasal dari luar negeri.

Walau telah berhasil, pihaknya belum memikirkan untuk memproduksinya secara massal. Mengingat biaya produksi yang tidak murah, biaya jualnya juga dipastikan semakin mahal.

“Kami merakit di harga sebesar Rp 18 juta, kemungkinan penjualannya bisa tembus Rp 25 jutaan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga merasa jika produknya masih butuh pengembangan lagi. Oleh karenanya pihaknya berharap ada pihak yang bisa mendanai riset itu.

Baca: Pemuda Kudus Ciptakan Kursi Roda Elektrik karena Bosan Nganggur

Pemerintah daerah diharapkan juga bisa melirik riset ini. Mengingat kursi roda elektrik juga sangat bermanfaat bagi para penyandang disabilitas.

“Bisa juga nanti ketika benar diproduksi massal, pemkab bisa menyubsidi pembeliannya supaya teman-teman difabel tidak terlalu berat ketika membeli produk ini,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Namanya Fikri Hanif Wijaya, pemuda 24 tahun lulusan UII Yogyakarta angkatan 2015 yang membuat kursi roda elektrik karena kebosanannya menganggur.

Bermodalkan nekat, dia kemudian mencari donator untuk membiayai risetnya tersebut. Hingga kemudian bisa mengembangkannya sedikit demi sedikit.

Hasilnya, sebuah kursi roda bermesin lengkap dengan bangku hidrolis siap dikembangkan lebih lanjut lagi.

Fikri menyebut, bukan kali pertama ini dia mencoba untuk membuat kursi roda eletrik. Ketika berkuliah, dia sempat mengikuti pertukaran pelajar di Thailand dan mengembangkan ide tersebut di sana.

Setelah lulus dan pulang ke kampung halama dia pun mencoba lagi idenya tersebut di sana. Ide tersebut kemudian berjalan mulus ketika donator berdatangan dan mau membiayai riset tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...