Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini yang Menjadikan Megawati Jadi Dewan Pengarah BRIN

Megawati Dilantik Menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN. (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pelantikan itu, tampak Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri yang ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN.

Penunjukannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN ternyata diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Perpres Nomor 78 tahun 2021. Di pasal itu mengatur Ketua Dewan Pengaran BRIN dirangkap oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Seperti diketahui, Megawati telah ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengarah BPIP pada 2018.

Baca juga: Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN

Sementara, pembentukan BRIN sendiri berdasarkan amanat dari UU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Lembaga ini sebelumnya dijabat secara rangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro.

Setelah reshuffle cabinet tahun ini, BRIN dipisahkan dengan Kemenristek. BRIN kemudian menjadi lembaga sendiri dan menaungi sejumlah lembaga riset milik pemerintah, Lapan, LIPI, dan Batan.

Pada akhir September lalu, Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan BRIN, Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bappeten) menjadi mitra kerja Komisi VII.

Keputusan itu diambil berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Peraturan DPR tentang Tata Tertib yang mengatur bahwa Mitra kerja komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan.

“Memutuskan penambahan mitra kerja Komisi VII yaitu BRIN, Badan Informasi Geospasial dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Apakah penambahan 3 mitra itu bisa disetujui?” kata Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar di Rapat Paripurna DPR, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (13/10/2021).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...