Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemuda Kudus Ciptakan Kursi Roda Elektrik karena Bosan Nganggur

Fikri Hanif Wijaya (kanan) dengan kursi roda elektrik ciptaannya. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Namanya Fikri Hanif Wijaya, pemuda 24 tahun lulusan UII Yogyakarta angkatan 2015 ini membuat kursi roda elektrik karena kebosanannya menganggur.

Bermodalkan nekat, dia kemudian mencari donator untuk membiayai risetnya tersebut. Hingga kemudian bisa mengembangkannya sedikit demi sedikit.

Hasilnya, sebuah kursi roda bermesin lengkap dengan bangku hidrolis tercipta.

Fikri menyebut, bukan kali pertama ini dia mencoba untuk membuat kursi roda elektrik. Ketika masih kuliah, dia sempat mengikuti pertukaran pelajar di Thailand dan mengembangkan ide tersebut di sana.

Setelah lulus dan pulang ke kampung halamannya di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, dia pun mencoba lagi idenya tersebut di sana. Ide tersebut kemudian berjalan mulus ketika donator berdatangan dan mau membiayai riset tersebut.

“Awal 2020 kemarin saya dan teman saya buat di Yogyakarta. Cuma kemarin saat PPKM akhirnya gabut (tak punya kerjaan, red) dan muncul ide kalau kami buat lagi enak nih. Lalu jalanlah proyek ini,” kata Fikri, Rabu (13/10/2021).

Biaya yang dihabiskan pun bisa dibilang lumayan banyak. Yakni sekitar Rp 18 juta. Biaya itu, untuk membeli berbagai part kursi roda tersebut yang sebagian besar berasal dari luar negeri.

“Karena dari dalam negeri susah dapat sperpat-nya, maka kami cari dari luar negeri. Kebanyakan memang dari China, termasuk mekanik, muatan elektrik, baterai, dan hidrolisnya,” ungkap dia.

Pengerjaan kursi roda sendiri, sambung dia, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Waktu tersebut, sudah termasuk melakukan riset, mendesain, hingga menunggu komponennya datang.

“Kursi roda ini bisa belok, maju, dan mundur,” ungkap dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...