Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi di Jepara Dilakukan

Bupati Jepara, Dian Kritiandi mencanangkan program pemulihan ekonomi pasca pandemic covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara- Pemkab Jepara akan semakin meningkatkan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemic covid-19. Sebagai upaya percepatan penurunan angka kemiskinan dan pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19, setiap perangkat daerah di Jepara diwajibkan memiliki satu desa dampingan.

Hal ini disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam kegiatan peluncuran gerakan ‘Satu Perangkat Daerah Satu Dampingan Desa’, pada Rabu (13/10/2021), di Gedung Shima Jepara. Upaya ini menjadi sangat strategis mengingat dampak ekonomi pandemic covid-19 sudah menerpa kehidupan masyarakat.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Jepara periode September 2020 menunjukkan ada kenaikan sebesar 0,51 persen di banding tahun 2019. Dari yang semula 6,66 persen, kini menjadi 7,17 persen di tahun 2020.

“Ini dipengaruhi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Sehingga berdampak pada ekonomi mereka,” kata Dian Kristiandi.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional yang mencapai 9,78 persen dan Provinsi Jawa Tengah yan mencapai 11,41 persen, angka kemiskinan Kabupaten Jepara relatif lebih rendah. Cakupannya hanya mencapai 7,17 persen.

BACA JUGA: Belum Vaksin Silahkan Datang ke Kantor Bupati

“Jepara berada di peringkat tiga, angka kemiskinan terendah di Jateng, sampai sejauh ini. Namun pemulihan ekonomi karena dampak pandemic tetap harus digenjot,” katanya menambahkan.

Konsep gerakan ‘‘Satu Perangkat Daerah Satu Dampingan Desa, yang dimulai ini, adalah sebuah bentuk kemitraan dan “kolaborasi berjenjang”. Kemitraan dan kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah dengan pihak-pihak non pemerintah, meliputi swasta, lembaga zakat, perguruan tinggi. Semua diarahkan dalam upaya menumbuhkan komitmen dan semangat gotong royong.

“Tugas ini merupakan tugas tambahan bagi perangkat daerah dengan menggunakan sumber daya yang ada di perangkat daerah masing-masing. Silahkan berkolaborasi, berinovasi, dan bergotong-royong untuk menjawab tuntutan serta harapan masyarakat terutama di masa Pandemi Covid-19,” kata dia.

Penuli: S Budi Santoso
Editor: S Budi Santoso

Comments
Loading...