Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk Daftar Wanita Berpengaruh Versi Fortune

Dirut Pertamina Nicke Widyawati. (Instagram/@nicke_widyawati)

MURIANEWS, Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk dalam daftar 100 perempuan berpengaruh di Dunia menurut Majalah Fortune yang dirilis Selasa (12/10/2021). Nicke bertengger di peringkat 17 dalam daftar di 2021 ini.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 itu juga masuk dalam daftar di 2020. Saat itu, dia bertengger di peringkat 16. Tahun ini Nicke turun satu peringkat dari daftar itu.

Menurut Fortune, Nicke Widyawati menghadapi tantangan tiga kali lipat dalam memimpin perusahaan perseroan itu. Di mana, Pertamina menghadapi jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar selama pandemi.

“Faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan tajam dalam pendapatan (turun 24%) dan laba (turun 58,4%) di perusahaan tahun lalu,” tulis Fortune dalam rilisnya yang dilihat MURIANEWS, Rabu (13/10/2021).

Ketiga faktor tersebut menyebabkan penurunan tajam dalam pendapatan Pertamina (turun 24 persen) dan laba (turun 58,4 persen) tahun lalu.

Namun kondisi itu telah membaik dan Pertamina mencapai target produksi pada paruh pertama tahun 2021. Pertamina juga mengalami kebakaran di dua kilangnya awal 2021 ini.

Di tengah tantangan tersebut, Fortune menyoroti upaya Widyawati dalam mendukung transisi energi Indonesia, dengan membangun portofolio sumber energi terbarukan untuk menggerakkan Indonesia yang lebih bersih di masa depan.

Sementara pada tahun sebelumnya, atau ketika berada di peringkat ke-16 dalam daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia, Fortune menyoroti upaya Nicke Widyawati mengawasi sebuah perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari USD 54,6 miliar dan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia.

Nicke diangkat menjadi Dirut Pertamina pada 2018, setelah pendahulunya diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi.

Selain itu, Fortune juga menyoroti penegasan pemerintah Indonesia atas kepercayaan mereka kepada Nicke untuk melakukan transformasi Pertamina menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan publik selama dua tahun ke depan.

COVID-19 telah menghadirkan tantangan; pada bulan April 2020, Pertamina mengurangi target produksi minyak karena permintaan yang lebih rendah dan memotong biaya dan belanja modal, demikian paparan Fortune.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Fortune

Comments
Loading...