Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Barang Sitaan Senilai Rp 2,1 M Dimusnahkan Bea Cukai Tanjung Emas, Ada Miras Hingga Sex Toys

Pemusnahan barang impor ilegal senilai Rp 2,1 miliar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (detikcom/Angling Adhitya Purbaya)

MURIANEWS, Semarang – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang memusnahkan barang bukti yang melanggar ataupun menyalahi aturan importasi senilai Rp 2,1 miliar.

Barang bukti tersebut antara lain 3.652 karton minuman beralkohol, 200 unit mesin bitcoin, 604 pasang sepatu, 1.140 pcs makanan hewan, ratusan barang elektronik seperti ponsel, iPad, laptop, sex toys hingga produk pertanian dan kosmetik.

Pemusnahan sendiri dilakukan di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Emas Semarang, Selasa (12/10/2021).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Emas Semarang Anton Martin mengatakan barang yang dimusnahkan kali ini merupakan barang yang masuk dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejak awal tahun 2020 hingga 30 September 2021.

“Pemusnahan hari ini merupakan salah satu penyelesaian atas barang milik negara (BMN) eks Kepabeanan dan Cukai dari importasi melalui Pelabuhan Tanjung Emas, melalui barang kiriman dan bawaan penumpang dengan nilai kurang lebih Rp 2,1 miliar,” kata Anton, Selasa (12/10/2021).

“Sebagian besar BMN merupakan barang dilarang dan atau dibatasi di mana pemilik barang atau importir tidak dapat melampirkan dokumen perizinan dari instansi terkait baik melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, maupun perusahaan jasa titipan dan penyelenggara pos,” tambahnya seperti dikutip Detik.com.

Dalam keterangan tertulis juga disebutkan total penindakan 642 surat bukti penindakan (SBP) dengan rincian penyelesaian yaitu 306 SBP dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp 17 miliar. Kemudian 65 SBP melalui reekspor senilai Rp 53,4 miliar.

Kemudian ada juga yang diserahkan ke instansi berwenang seperti 11 SBP penindakan narkotika terdiri dari 8,83 kg methamphetamine yang diserahkan ke Polda Jateng dan BNN Jateng. Kemudian 1 SBP baby lobster senilai Rp 2,6 miliar ke badan karantina ikan, pengendali mutu, dan keamanan hasil perikanan.

Lalu ada 32 SBP diserahkan ke balai karantina pertanian untuk dimusnahkan, bahkan ada 1 SBP Terkait HKI berupa puluhan pisau cukur.

Dijelaskan juga ada 108 SBP yang ditetapkan sebagai BMN yang diselesaikan dengan dimusnahkan, kemudian dilelang dengan nilai Rp 2,2 miliar, kemudian dihibahkan ke Pemprov Jateng berupa 1 kontainer kedelai, 13 laptop ke akademisi, dan masih dalam proses yaitu 4 kontainer rotan ke Pemprov Jateng dan 804 unit laptop ke Pemkot Semarang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...