Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sidik Jari Ditemukan, Polisi Buru Pembobol Dua Rumah di Kudus

Rumah yang disatroni maling di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Polisi memburu pencuri yang membobol dua rumah milik kakak-adik di Dukuh ngampon Rt 8 Rw 4 Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Pencuri berhasil membawa kabur uang tunai dan perhiasan emas dengan nilai ratusan juta rupiah.

Tim Inafis Polres Kudus telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti seperti sidik jari pelaku juga sudah berhasil dikantongi polisi.

Selain itu, polisi juga sudah memintai keterangan pihak keluarga hingga sejumlah saksi seperti tetangga.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, polisi kini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kasus pencurian tersebut. Seluruh personnel Reskrim akan dikerahkan untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami masih lakukan penyelidikan. Akan kami buru dan ringkus pelaku,” katanya, Selasa (12/10/2021).

Baca: Kronologi Pembobolan Dua Rumah di Kudus, Brangkas Perhiasan Dikuras

Meski demikian, polisi belum bisa memastikan apakah ada indikasi orang dekat korban dalam kasus pencurian di dua rumah tersebut.

“Kami belum bisa pastikan itu (indikasi orang dalam, red). Ini masih tahap pendalaman, dan mencari bukti-bukti tambahan, ” imbuhnya.

Baca: Tak Hanya Emas, Uang Rp 120 Juta Juga Digondol Maling di Kudus

Diberitakan sebelumnya, pencuri menyatroni dua rumah kakak-adik yang lokasinya bersebelahan di Hadipolo, Kudus.

Tak tanggung-tanggung pencuri berhasil menggasak uang tunai dan perhiasan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Diketahui dua rumah itu, milik H Khosim dan Muslim. Saat beraksi, pencuri masuk rumah hingga kamar kedua korban dengan cara mencongkel pintu saat penghuni kedua rumah tengah tak berada di rumah.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...