Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Vaksinasi Lansia Disorot Gubernur, Blora Akan Jemput Bola ke Desa-Desa

Pejabat Pemkab Blora mengikuti rakor dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Blora untuk kategori lanjut usia (lansia) rendah. Hal ini menjadi sorotan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Terlebih vaksinasi lansia ini yang menyebabkan Blora naik status ke level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini diungkapkan Ganjar ketika memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama bupati wali kota se-Jateng secara daring, Senin (11/10/2021).

Ganjar Pranowo menyoroti masih rendahnya tingkat vaksinasi di kalangan lansia. Ia menyebut, hingga 10 Oktober 2021 capaian vaksinasi lansia di Kabupaten Blora baru mencapai 33 persen.

Untuk diketahui jumlah sasaran vaksinasi di Kabupaten Blora secara umum sebanyak 715.441 jiwa realisasi 36 persen. Sedangkan untuk sasaran lansia sebanyak 111.318 jiwa.

Pihaknya berharap Pemkab bisa melakukan inovasi untuk percepatan vaksinasi lansia.

“Karena vaksinasi lansia juga menjadi salah satu indikator penetapan level PPKM. Kendalanya apa bisa disampaikan, insyallah kita dari provinsi siap membantu Pak Bupati dan jajarannya di Blora,” kata Ganjar.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo menyoroti banyaknya Kabupaten yang naik menjadi level 3 pada penerapan PPKM periode 5-18 Oktober 2021 karena masih belum tercukupinya capaian vaksinasi di setiap daerah.

“Kemarin banyak Bupati/Walikota yang ngontak saya karena daerahnya kembali ke level 3, ternyata indikatornya vaksinasi rendah, belum mencapai 50 persen dari jumlah sasaran. Maka inilah yang akan menjadi fokus kita. Meskipun angka kasus positif terus menurun, vaksinasi harus terus digenjot. Maka harus ada komunikasi yang baik untuk percepatan dan distribusi vaksinya,” ucap Gubernur Ganjar.

Gubenur mengaku siap membantu daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Silahkan dilaporkan kemampuan vaksinasi dan kuota vaksin yang ada. Jika masih, segera habiskan. Maka kita akan mintakan stok lagi ke Menkes,” tegas Ganjar.

Sementara Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pihaknya bersama jajaran Dinas Kesehatan dan TNI-Polri siap melakukan percepatan vaksinasi hingga ke desa-desa.

“Saat ini vaksinasi keseluruhan se-Kabupaten Bloa untuk dosis pertama baru 35,6 persen, sedangkan untuk lansia per 10 Oktober kemarin baru 33 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis. Serbuan vaksinasi pedesaan akan digencarkan dengan menggandeng seluruh bidan desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Untuk melakukan langkah tersebut bupati akan lakukan jemput bola ke desa-desa. Selain itu TNI-Polri juga terus membantu kami melakukan vaksinasi di sekolah-sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.

“RS daerah maupun swasta juga kita minta setiap Jumat-Sabtu melaksanakan vaksinasi untuk umum,” sambungnya.

Guna memperlancar kegiatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini pun meminta agar gubernur bisa terus menambah kuota vaksin untuk Kabupaten Blora.

Pihaknya berharap jika vaksinasi ini bisa terus digenjot maka target 50 persen masyarakat tervaksin bisa tercapai sehingga level PPKM Kabupaten Blora bisa naik ke level 2 bahkan level 1.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...