Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kandang Ternak di Wirosari Grobogan Terbakar Akibat Api Bediang

Anggota damkar sedang melakukan pemadaman kebakaran kandang unggas di Kelurahan/Kecamatan Wirosari. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Peristiwa kebakaran kandang yang disebabkan perapian atau bediang kembali terjadi di Grobogan. Kali ini menimpa kandang unggas di belakang rumah Nyomo (70), warga Lingkungan Kedusan, Kelurahan/Kecamatan Wirosari, Sabtu (9/10/2021).

Beruntung, kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB itu berhasil dipadamkan karena lokasi kejadian hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pos Damkar Wirosari. Meski demikian, kebakaran itu sempat mengundang kepanikan warga setempat.

Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta menyatakan, peristiwa kebakaran itu sempat diketahui tetangga sekitar ketika nyala api belum begitu membesar.

Selanjutnya warga sekitar segera melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Salah satu warga kemudian segera mendatangi pos damkar Wirosari untuk meminta bantuan pemadaman.

“Begitu dapat laporan, anggota langsung meluncur ke lokasi kejadian dan melakukan pemadaman dan pendinginan bersama warga setempat,” katanya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tadi. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 5 juta.

Terkait peristiwa itu, Nawanta kembali mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran meski sudah memasuki musim penghujan.

Dia mengingatkan, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala. Selain itu, pengecekan peralatan listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran juga perlu dilakukan.

Mantan Camat Grobogan itu menambahkan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar.

Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar. Sedangkan data untuk tahun 2021 hingga Agustus lalu, sudah ada 65 kejadian dengan nilai kerugian Rp 8,2 miliar.

“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...