Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BEM UMK Ancam Mogok Kuliah Jika Rektor dan Tiga Wakilnya Tak Mundur

Warga melintas di depan kampus UMK di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) menuntut rektor beserta tiga wakil rektor untuk mundur dari jabatannya. Mereka bahkan mengancam akan terus demo dan mogok kuliah, jika tuntutan itu tak direspon.

BEM UMK menilai jajaran rektorat tersebut telah melanggar sejarah moral kepemimpinan di kampus. Bahkan, BEM UMK juga megadukan hal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Jumat (8/10/2021) kemarin.

Ahmad Dakhilur Royan, Pengurus BEM UMK mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan kabar adanya forum terbuka yang akan diadakan rektorat ataupun yayasan terkait tuntutannya.

“Kami akan gelar aksi demo di kampus bukan cuma satu atau dua kali, akan berkelanjutan terus. Sampai puncaknya nanti jika masih bandel kami akan memilih mogok kuliah,” katanya, Sabtu (9/10/2021).

Ia menjelaskan, audiensi yang dilakukan dengan pemkab kemarin sebagai pemantik pihak yayasan atau rektorat. Sebab, kampus UMK dulunya merupakan kampus swasta yang dikembangkan dan dibesarkan oleh pemerintah daerah.

Baca: Alasan-Alasan Ini yang Bikin BEM UMK Desak Rektor dan Wakilnya Mundur

Lebih lanjut, pihaknya menyebut, BEM sebenarnya sudah beriktikad baik mengirim proposal kepada yayasan atau rektorat, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menggelar forum terbuka. Hanya saja, tak pernah ada respon.

“Karena kami anggap kesalahan jajaran rektorat ini sifatnya sudah fatal. Tidak mengindahkan sebuah peraturan, sejarah moral sudah tidak ada. Jadi kami benar-benar menuntut mereka mundur,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, BEM UMK menuntut rektor mundur dari jabatannya. Selain rektor, Wakil Rektor I Sulistyowati, Wakil Rektor II Solekhan, dan Wakil Rektor III Joko Utomo juga dituntut mundur dengan sejumlah alasan.

Baca: Dituntut Mundur Mahasiswanya, Ini Jawaban Rektor UMK

Desakan tersebut tertuang dalam surat terbuka BEM UMK pada Rektor dan Pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK tertanggal 7 Oktober 2021 kemarin dan rilis yang diterima media Jumat (8/10/2021).

Sementara Rektor UMK Prof Darsono mengatakan siap untuk dievaluasi kinerja dan kepemimpinannya. Namun ia berharap, proses evaluasi juga diharapkan bisa sesuai dengan kaidah dan regulasi yang ada.

“Hari ini kami juga langsung berkoordinasi dengan yayasan. Namun yang namanya evaluasi tidak sekali langsung diputuskan tidak,” katanya dalam sambungan telepon dengan MURIANEWS, Jumat (8/10/2021).

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...