Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ih Senangnya, Guru Usia Setengah Abad di Jepara Ini Lolos PPPK

Etty Zayyartuti, Guru SMK 2 Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Etty Zayyartuti amat bersyukur dan bahagia. Di usianya yang sudah separuh abad ini, ia berhasil lolos dan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jepara.

Sudah 13 tahun ia mengabdikan diri sebagai guru honorer. Ia tak pernah mempersoalkan jumlah gaji yang diterima. Baginya sedikit banyaknya gaji tergantung seberapa besar rasa syukur.

“Sedikit banyak itu sama saja. Yang penting cukup dan barokah,” kata Etty, Sabtu (9/10/2021).

Etty adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK 2 Jepara. Sebelumnya, ia mengajar di sekolah swasta sejak tahun 2008.

Etty saat memberi bimbingan konseling pada siswanya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Pada saat menjalani tes beberapa waktu lalu, Etty berhasil melenggang dengan mudah melewati berbagai tes yang rumit. Mulai dari tes kompetensi manajerial, sosio kultural, sampai tahap wawancara.

“Terus terang alhamdulillah, karena sudah punya sertifikat pendidik dan itu ada (nilai) afirmasinya. Saya juga bersyukur, walau sudah 50 tahun tapi teryata kompetensi teknis saya bisa mendekati passing grade,” ungkap Etty.

Baca: Beredar Curhatan Seorang Pengawas Ujian PPPK, Isinya Bikin Nyesek

Etty menyadari betul bahwa tugasnya akan semakin berat ketika menyandang status guru PPPK. Ia juga paham benar apa yang harus dilakukannya ke depan. Beruntung, ia sudah terbiasa bekerja ekstra sebelumnya.

Di masa pandemi misalnya, tugas Etty sebagai guru BK sangatlah besar. Ia harus memastikan para siswa mau belajar dengan metode pembelajaran dalam jaringan (daring).

Metode inilah yang sudah lama menjadi dasar kejenuhan siswa, guru, dan wali murid. Sehingga pembelajaran daring tak lagi efektif apalagi maksimal.

“Selama pandemi ini, kalo ada kendala siswa yang tidak mengikuti daring atau mengerjakan tugas, guru akan mengadu ke wali kelas kemudian diteruskan ke BK,” ucap Etty.

Kemudian, lanjut Etty, dari BK menindak lanjuti dengan memanggil orang tua atau siswa yang bersangkutan ke sekolah. Jika tidak memungkinkan untuk dipanggil atau datang, pihaknya yang akan melakukan home visit (kunjungan rumah) untuk melakukan pendampingan.

Tugas-tugas itu akan ia kerjakan dengan ras syukur. Terlebih kini ia bisa lolos sebagai PPPK.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...