Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nasabah Penggugat Bank Mandiri Siapkan Bukti Hadapi Sidang

Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Proses gugatan kepada Bank Mandiri yang dilayangkan Moch Imam Rofi’i, warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ke Pengadilan Negeri (PN) Kudus tinggal menunggu waktu menuju persidangan. Sidang perdana dijadwalkan 20 Oktober 2021.

Gugatan tersebut dilayangkan setelah tabungan yang tersimpan di rekeningnya di Bank Mandiri sebesar Rp 5,8 miliar raib tanpa sepengetahuan dirinya.

Musafak, kuasa hukum Moch Imam Rofi’i menyebut telah menerima surat pemberitahuan sidang pertama. Pihaknya juga telah menyiapkan bukti awal, untuk menghadapi persidangan dengan agenda mediasi itu.

“Sidang pertama mediasi. Ada bukti yang kami bawa nantinya rekening koran adanya transaksi yang tidak pernah dilakukan klien kami. Bukti awal yang kami bawa itu dulu, setelahnya nanti kami sesuaikan dengan keputusan dan kebutuhan sidang,” katanya saat dihubungi MURIANEWS melalui telepon, Jumat, (8/10/2021).

Baca: Kronologi Raibnya Rp 5,8 Miliar di Rekening Bank Mandiri Warga Kudus

Sebenarnya, sambung dia, kliennya tak ingin persoalan raibnya dana tabungan tersebut berlarut-larut. Pihaknya hanya menginginkan Bank Mandiri bisa bertanggungjawab dan mengembalikan uang kliennya yang telah raib.

“Semoga saja di sidang pertama mediasi Bank Mandiri mengakui bahwa itu kelalain dari pihak manajemen dan bersedia mengganti uang klien kami. Harapan kami itu, supaya tidak berpanjang-panjang,” ujarnya.

Baca: Bank Mandiri Siap Ikuti Proses Hukum soal Raibnya Rp 5,8 Miliar Dana Nasabah

Lebih lanjut pihaknya sendiri tidak mempermasalahkan tentang rencana Bank Mandiri yang akan balik memproses hukum jika kesalahan tersebut bukan ada pada pihak bank.

Pasalnya, ia menganggap kesalahan memang ada pada Bank Mandiri dengan adanya transaksi yang dilakukan tanpa sepengetahuan kliennya.

“Ya tidak apa-apa (gugat balik, red). Memang faktanya itu klien kami tidak pernah melakukan transaksi seperti yang dijelaskan pihak bank pada 17 Mei 2021. Transaksi itu dilakukan orang lain (bukan kliennya, red) dan disetujui Bank Mandiri. Yang tahu persis adanya transaksi itu manajemen bank, setahu klien kami hanya uang di rekeningnya tiba-tiba hilang, ” terangnya.

Baca: PN Kudus Surati Bank Mandiri soal Gugatan Raibnya Saldo Rp 5,8 Miliar

Ia menyebut, , hasil informasi yang didapatkan dari Bank Mandiri Cabang Kudus, ada transaksi transfer atau pemindahbukuan serta penarikan tunai dalam rekening kliennya tertanggal 17 Mei 2021.

Transaksi pertama transfer RTGS tanah Bantul 2 sebesar Rp 2 miliar, kedua transfer RTGS tanah Bantul 1 sebeasr Rp 2 miliar. Kemudian transfer tanah sawah Bantul Rp 1,3 miliar, dan juga penarikan tunai sebesar Rp 500 juta. Sejumlah transaksi itu disebut tidak pernah  dilakukan oleh kliennya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...