Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bediang Bikin Rumah Terbakar di Ngrandah Grobogan

Anggota damkar sedang melakukan pemadaman kebakaran di Desa Ngrandah, Toroh, Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, kebakaran di Kabupaten Grobogan yang disebabkan perapian atau bediang kembali terjadi. Terbaru, kebakaran yang diduga disebabkan api bediang menimpa rumah Suprapto (38), warga Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Jumat (8/10/2021).

Beruntung, kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB itu berhasil cepat dipadamkan. Meski demikian, kandang sapi dan sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta menyatakan, kebakaran itu diketahui tetangga sekitar ketika nyala api belum begitu membesar. Selanjutnya warga sekitar segera melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Salah satu warga kemudian segera menghubungi kantor damkar untuk meminta bantuan pemadaman.

“Begitu sampai, anggota damkar dari Pos Induk Purwodadi langsung melakukan pemadaman dan pendinginan bersama warga setempat. Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak ada di tempat,” katanya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Sedangkan kondisi beberapa ekor sapi yang ada di dalam kandang masih aman. Untuk kerugian material diperkirakan sekitar Rp 50 juta.

Terkait peristiwa itu, Nawanta kembali mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran meski sudah memasuki musim penghujan.

Dia mengingatkan, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala. Selain itu, pengecekan peralatan listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran juga perlu dilakukan.

Mantan Camat Grobogan itu menambahkan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar.

Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar. Sedangkan data untuk tahun 2021 hingga Agustus lalu, sudah ada 65 kejadian dengan nilai kerugian Rp 8,2 miliar.

“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...