Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Newcastle United Diambil Alih Pangeran Arab Saudi

Putera Raja Arab Saudi, Pangeran Muhamad bin Salman, saat bersama Donald Trump, Presiden AS sebelumnya. Pangeran Muhamad bin Salman, melalui sebuah konsursium akhirnya membeli klub Liga Inggris New Castle United. (Facebook.com)

MURIANEWS, London- Kepemilikan klub Liga Inggris New Castle dipastikan akan segera berpindah ke Saudi Arabia. Pengambilalihan Saudi atas Newcastle United diperkirakan tinggal menunggu persetujuan Liga Inggris.

Pangeran Mohahmad bin Salman, bangsawan Saudi Arabia dikabarkan berada dibelakang rencana akuisisi Newcastle United ini. Melalui sebuah konsursium Public Investment Fund (PIF), Pangeran Salman dan kerajaan Saudi Arabia melakukan upaya ini.

Isu terkait pembajakan hak siar Liga Inggris dan isu hak asasi manusia, membuat Newcastle sempat menghadapi masalah. Isu ini mebumbui proses akuisisi yang dijalankan pihak Saudi.

Akuisisi ini bisa jadi akan menjadi titik balik Newcastle United, mengingat selama beberapa musim terakhir mereka terpuruk akibat kebijakan finansial ketat yang diterapkan oleh Mike Ashley. Pemilik New Castle itu, memang menghadapi masalah financial cukup akut.

Newcastle pada belasan tahun lalu merupakan salah satu klub besar Inggris. Mereka selalu merajai Liga Inggris, dan sempat meraih gelar juara Liga Inggris. Namun dalam satu dekade, namanya tenggelam.

Menurut Daily Mail, proses yang berjalan telah mengindikasikan, pencabutan larangan empat tahun pada beIN Sports yang berbasis di Qatar yang ditampilkan di Saudi, serta penghapusan segala bentuk pembajakan di negara itu, telah membuka jalan bagi kesepakatan £ 300 juta.

Kesepakatan yang akan ditandatangani, mengakhiri 14 tahun kepemilikan Mike Ashley. Pemilik baru siap untuk langsung bekerja setelah dokumen selesai. Upaya pembelian Newcastle sempat dilakukan pada musim panas 2020, namun gagal karena masalah-masalah tersebut.

Liga Premier Inggris saat itu menunda keputusan mereka untuk menyetujui kesepakatan, dengan melakukan uji pemilik dan direktur mereka. Kekuatiran bahwa negara Saudi terlibat dalam di balik pembajakan produk mereka selama beberapa tahun, menjadi alasan.

BACA JUGA: Belgia Vs Prancis di UEFA Nations League Malam Ini

Kini, masalah itu sudah diselesaikan dan Liga Premier nampaknya puas. Sehingga mereka kemungkinan akan segera menyetujuinya. Penggemar Newcastle dipastikan segera menyambut era baru sebagai salah satu klub terkaya di dunia.

“Jika semua ini telah dilakukan 18 bulan yang lalu, sudah akan ditandatangani. Liga Premier tidak bisa menyetujui pengambilalihan dimana salah satu klub anggotanya akan dimiliki oleh negara yang diyakini bersalah atas pembajakan terhadap Liga dan salah satu mitra siarannya. Liga telah mencoba untuk menuntut negara Saudi sembilan kali dalam kaitannya dengan pembajakan,” ujar sumber di Liga Inggris, seperti dilansir dari Daily Mail.

“Itulah sebabnya pembeli harus membuktikan pemisahan dari negara Saudi. Itu hampir tidak mungkin, terutama mengingat pengungkapan tentang Mohammed bin Salman mengirim SMS ke Boris Johnson dan menekannya untuk mempengaruhi kesepakatan,” ungkap sumber itu lagi.

“Tetapi masalah itu, termasuk pembajakan, kini telah diselesaikan. Yang terpenting, Liga Premier tidak ingin terlihat terhubung langsung dengan negara Saudi,” pungkasnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...