Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Modus Sindikat BBM Ilegal di Tegal Sebelum Dibongkar polisi

Konpers ungkap kasus penyalahgunaan BBM di perairan Tegal. (Foto: dok. Istimewa)

MURIANEWS, Tegal – Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengungkap dan meringkus kasus penyalahgunaan BBM janis solar bersubsidi di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal.

Dalam ungkap tersebut, petugas mengaku berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 49,7 miliar. Lantas bagaimana modusnya?

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen M Yassin Kosasih menjelaskan, modus yang dilakukan para tersangka adalah membeli solar bersubsidi di SPBU di beberapa wilayah.

Khususnya di wilayah Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Semarang dengan menggunakan mobil truk, mobil boks, dan mobil pos. Para tersangka memodifikasi mobil tersebut dengan menambahkan tangki atau kempu di dalam dan di bak belakang kendaraan.

Baca: Sindikat Penjual BBM Ilegal di Pelabuhan Tegal Dibongkar Polisi

”Tersangka rata-rata membeli solar dalam sekali transaksi yaitu Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Pembelian itu dilakukan secara berulang hingga tangki modifikasi mencapai muatan maksimal 3 ton,” katanya seperti dikutip Detik.com.

Setelah melakukan pembelian solar dari SPBU kemudian BBM itu dipindahkan ke tangki duduk yang berada di gudang PT Sembilan Muara Abadi Petrolium.

Lalu, dilakukan pemuatan ke truk tangki kemudian dijual ke konsumen industri pada sektor perikanan yaitu kapal-kapal perikanan yang berada di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal, Pelabuhan Perikanan Juwana dan Pelabuhan Perikanan Rembang Jawa Tengah dengan harga Rp 7.500 per liter.

Baca: Dinilai Ilegal, Pertamini di Jepara Akan Dibina

Dalam pengungkapan kasus ini, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 49.780.000.000 (miliar) dihitung berdasarkan penyitaan BBM jenis solar sebanyak 61.400 liter dan sejumlah aset berupa 8 unit truk tanki, 14 unit truk modifikasi tanki, 2 unit tangki duduk, dan 1 unit mobil Fortuner warna putih.

Dalam kesempatan yang sama, PJS area Manager Communication Pertamina Martia Mulia Asri menyampaikan, akibat kegiatan BBM ilegal itu, penjualan Pertamina sangat dirugikan dan mengalami penurunan setiap bulan sekitar 20%. Pengungkapan kasus ini pun diapresiasi Manager Supply and Distribution Pertamina Patra Niaga JBT Yatdinal.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...