Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi Bikin Kalangan Milenial Dominasi Pasar Saham Indonesia

Ilustrasi saham. (Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Pemain saham di Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021 ini didominasi oleh generasi milenial usia 18-25 tahun. Jumlahnya pada tahun ini pun mencapai separuh lebih dari pemain saham yang aktif per Juni tahun ini.

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1 mencatat, jumlah pemain saham di usia tersebut ada sebanyak 116.641 orang. Sementara total keseluruhan 273.173 orang.

Sementara tahun 2020 lalu, jumlah pemain saham usia milenial juga mengalami peningkatan dari tahun 2019. Saat itu, jumlahnya mencapai 66.233 orang, atau naik separuh lebih dari tahun 2019 yang hanya ada 30.091 orang.

“Inilah yang kami sebut Coronial, corona milenial,” kata Kepala Kantor BEI Jateng 1 Fanny Rifqi dalam Zoom Meeting, Kamis (7/10/2021).

Pandemi Covid-19, lanjut Fanny, justru mendorong generasi milenial untuk mencoba bermain saham di Pasar Modal Indonesia. Hingga akhirnya mendongkrak jumlah pemain saham di sana.

“Mereka kami rasa punya banyak waktu saat pandemi ya, karena di rumah saja, akhirnya mereka cari tahu cara untuk main di pasar modal,” ujarnya.

Dari Pasar Modal sendiri, lanjut Fanny, juga sangat gencar menyosialisasikan bagaimana menjadi bagian dari pasar modal. Mulai dari pembelian saham hingga penjualannya.

Baca: Delapan Ribu Orang di Kudus Tercatat Sebagai Pemain Saham

Semua, dilakukan di berbagai platform sosial media yang mayoritas diikuti generasi milenial, yakni Instagram.

“Di sana kami banyak sharing mengenai pasar modal, cara untuk terjun di sana juga sering kami live-kan. Peminatnya juga banyak, akun kami juga terus bertambah folowers-nya, dari 5 ribu saja kini 16 ribu,” sambungnya.

Hal tersebutlah yang kemudian juga memberi dampak yang baik bagi pasar modal. Di mana jumlah investornya semakin bertambah. Seolah tak terpengaruh pandemi Covid-19 yang tengah mewabah.

“Ini mungkin berkah pandemi ya, banyak yang awalnya investasi di sektor real kini beralih ke sini,” ungkapnya.

Data dari Kantor perwakilan BEI Jawa Tengah 1 sendiri mencatat pertumbuhan jumlah investor di Jawa Tengah selama lima tahun terakhir sebesar 299 persen. Sementara dalam semester pertama tahun 2021 ini, investor di Jateng tumbuh sebesar 55,70 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...