Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puji Jokowi, Professor Singapura: Harusnya Negara-Negara Demokrasi Besar Iri!

Presiden Joko Widodo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang jenius dan paling efektif di dunia.

Kishore Mahbubani memuji kejeniusan Jokowi itu melalui tulisannya yang berjudul ‘The Genius of Jokowi’. Tulisan itu ditayangkan di Project Syndicate, sebuah media nirlaba yang fokus pada isu-isu internasional pada Rabu (6/10/2021).

Pada kutipan pembuka, dia menyebut Jokowi layah mendapatkan pengakuan atas keberhasilannya dalam memimpin. Bahkan, dia menyebut kepemimpinan Jokowi bisa menjadi model pemerintahan bagi dunia.

Dalam tulisannya itu, bahkan, Kishore Mahbubani menyebut negara-negara demokrasi kaya telah memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka.

“Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. ‘Jokowi’ memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia,” tulis Kishore Mahbubani.

Menurut professor asal Singapura itu, dengan kondisi geografi, ragam budaya dan etnis, serta ekonomi Indonesia, Jokowi telah berhasil. Jokowi dinilainya telah melakukan lebih dari sekadar memerintah secara kompeten.

“Dia telah menetapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya membuat iri negara-negara demokrasi besar lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyebut Jokowi bisa menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Dia membandingkan keberhasilan Jokowi ini dengan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 yang belum bisa mengatasi perpecahan.

“Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Oresiden AS 2020, 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya dia terpilih secara sah. Biden menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika. Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali 2019 (Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno) kini menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata),” tulisnya.

Selain itu, dia juga menyoroti cara Jokowi membalikkan momentum pertumbuhan partai-partai paling ‘islamis’ di Indonesia, sebagian dengan menjadi inklusif. Dia membandingkannya dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang memperdalam perpecahan di Brasil.

“Jokowi telah menyatukan kembali negaranya secara politik. Seperti yang dia katakan kepada saya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ‘Pilar ketiga ideologi Indonesia, Pancasila, menekankan persatuan dalam keragaman’. Untuk itu, pembangunan koalisinya yang terampil menyebabkan disahkannya omnibus law tahun lalu, yang bertujuan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Project Syndicate

Comments
Loading...