Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Delapan Ribu Orang di Kudus Tercatat Sebagai Pemain Saham

Kepala kantor BEI Jateng 1 Fanny Rifqi. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah investor asal Kota Kretek yang terjun di pasar modal Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan pada investor itu, juga dibarengi dengan naiknya transaksi per tahun.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1 Fanny Rifqi, mencatat pertumbuhan yang signifikan sejak 2015 lalu. Di mana saat itu, jumlah pemain saham di Kudus hanya ada sebanyak 908 orang saja.

Kemudian meningkat menjadi seribuan nama di tahun 2016 dan meningkat lagi tahun-tahun selanjutnya. Hingga Juni 2021, jumlah pemodal yang tercatat di kantor tersebut ada sebanyak 8.608 orang.

“Kami mencatat pertumbuhan yang bagus pada jumlah investor di Kudus. Di mana dari tahun ke tahunnya meningkat dari ratusan, ke seribuan, dua ribuan, lima ribuan, hingga saat ini di angka 8.608 orang,” katanya dalam Zoom Meeting, Kamis (7/10/2021).

Jumlah investor di Kota Kretek, juga lebih tinggi dibanding tiga kota di eks-Karesidenan Pati lainnya. Seperti Kabupaten Jepara yang hanya sebanyak 6.674 orang, Kabupaten Blora sebanyak 3.970 orang, dan Kabupaten Rembang sebanyak 2.791 orang.

Kudus, hanya kalah dengan Kabupaten Pati yang jumlah pemain sahamnya per Juni 2021 mencapai 10.127 orang.

“Namun  jumlah tersebut juga sudah terbilang bagus untuk masa-masa pandemi seperti ini,” sambung dia.

Baca: Gara-Gara Facebook Down, Mark Zuckerberg Kehilangan Duit Hampir Rp 100 Triliun

Kenaikan pada jumlah pemain modal tersebut, alhasil berdampak pada meningkatnya aktivitas pemain saham asal Kudus di pasar modal. Nilai transaksi yang telah dicapai per Juni 2021 kemarin pun mencapai Rp 693.239.048.850

Jumlah tersebut juga, hampir mendekati capaian transaksi pemain modal di Kudus pada tahun 2020 lalu yang sebanyak Rp 883.753.460.890.

“Sementara sebelum pandemi kemarin, transaksi pemegang saham asal Kudus bisa mencapai Rp 1,07 triliun,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...