Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petani Ngeluh, Pemerintah Jepara Klaim Stok Pupuk Subsidi Aman

Beberapa petani di Jepara tengah memulai masa tanam, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Jepara – Para petani mengeluh soal ketersediaan pupuk ketika waktunya musim tanam. Tetapi, pemerintah mengklaim bahwa stok pupuk di Jepara dipastikan aman.

Sobirin, salah satu petani asal Kecamatan Bangsri Jepara, mengaku cukup sulit mendapatkan pupuk. Meskipun ia sudah memiliki Kartu Tani, itu tak lantas membuatnya mendapatkan pupuk dengan mudah.

“Nyari pupuk susah itu sudah biasa. Kadang saya mesti menunggu seminggu lebih untuk dapat pupuk,” kata dia, Kamis (7/10/2021).

Terpisah, Mardi, Kasi Prasarana Pertanian Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertaian (DKPP) Jepara, memastikan stok pupuk di Jepara masih aman.

Mardi tak menampik bahwa terkadang para petani yang memegang Kartu Tani itu tetap kesulitan mendapatkan pupuk.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Seperti tidak aktifnya Kartu Tani mereka. Atau karena pengedar resmi pupuk bersubsidi telat menerima dropping pupuk dari distrbutor.

Sejauh ini, Mardi mencatat sudah ada 58 ribuan petani yang sudah memegang Kartu Tani. Pihaknya mendaftar, setidaknya ada 63 ribu petani yang mestinya memiliki Kartu Tani.

“Kadang itu petani yang mestinya membeli pupuk di kios A, tetapi dia membelinya di kios B. Sehingga tidak submit karena tidak terdaftar di sana. Mungkin juga ketika input data ada kesalahan. Baik itu nomor seri kartu atau NIK. Tapi sejauh ini, kalau mereka laporan ke kami, langsung kami benahi. Sehingga aktif lagi,” terang Mardi.

Baca: Jual Pupuk Subsidi dengan Harga Mahal, Toko di Jepara Digerebek

Terkait dengan stok pupuk, Mardi menjelaskan untuk jenis Urea alokasi setahun ini sebanyak 17 ribu ton, yang sudah disalurkan sebanyak 9.015 ribu ton, sisanya 7.985 ribu ton. Untuk jenis SP-36, alokasinya 880 ton, sudah tersalurkan 245 ton, sisanya 635 ton.

Sedangkan, jenis ZA alokasinya 1.351 ribu ton, yang sudah teralokasi sebanyak 735 ton, sisanya tinggal 616 ton. Jenis NPK alokasinya 7.066 ribu ton, tersalur 6.618 ribu ton, sisanya 448 ton.

Jenis Organik Granul alokasinya 1.368 ribu ton, teralokasi 367 ton, tersisa 1.001 ribu ton. Dan jenis Organik Cair alokasinya 3.750 robu ton, namun sampai kini belum terserap.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...