Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bupati Jepara Jamin Program dari Dana Pusat Jalan Meski Masih Pandemi

Pekerja tengah melakukan perbaikan jalan di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pandemi Covid-19 masih menyelimuti Jepara sampai saat ini. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menjamin program-program yang dananya bersumber dari kucuran pemerintah pusat tetap jalan.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan kucuran dana tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Meski di tengah pandemi program-program pemerintah pusat di Bumi Kartini tetap berjalan.

Itu seperti program di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Dari pusat yang paling banyak kan di sosial dan kesehatan. Kemudian yang lain yang melalui DAK tetap berjalan. Lapon yang saya terima terakhir semuanya jalan,” ujar Andi, Kamis (7/10/2021).

Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala pada Disparbud Kabupaten Jepara, Lia Supardianik, mengatakan sejak dua tahun terakhir Museum Kartini menerima DAK nonfisik untuk pengembangan museum.

Tahun 2020 Museum Kartini menerima DAK nonfisik sebesar Rp 400 juta. Tahun ini nilai DAK yang diterima bertambah Rp 200 juta.

“Anggaran dari pusat itu untuk pengembangan museum yang sifatnya nonfisik. Kami alokasikan untuk melaksanakan pelatihan, lomba-lomba, dan kegiatan edukasi lainnya. Karena tujuannya untuk terpenuhi pelayanan museum sebagai tempat atau lembaga pelestari budaya sekaligus sarana edukasi,” kata Lia.

Dengan ada DAK nonfisik untuk museum secara tidak langsung turut mendongkrak kunjungan ke museum. Sebab, kegiatan nonfisik yang diselenggarakan langsung berkait dengan Museum Kartini.

Sementara itu, DAK yang ada di Dinas PUPR sebesar Rp 83,7 miliar. Rinciannya, di bidang pengairan nilainya Rp 28,8 miliar, di bidang Bina Marga nilainya Rp 31,77 miliar, dan di bidang cipta karya nilainya sebesar Rp 22,5 miliar.

Kepala Dinas PUPR, Ary Bachtiar, mengatakan saat ini proyek-proyek sudah dijalankan. Namun belum 100 persen berhasil diselesaikan.

Di bidang pengairan programnya sudah 68 persen, bidang Bina Marga 70 persen, dan di bidang cipta karya baru 45 persen.

Ary tak menampik jika pelaksanaan proyek cenderung terlambat. Pasalnya, lelang proyek dilaksanakan pada bulan Juli lalu dan pelaksanaan proyek baru bisa dilaksanakan pada bulan Agustus lalu.

“Kita masih ada waktu 2,5 bulan. Kami akan genjot pelaksanaannya. Sebelum akhir tahun kita yakin akan selesai semua,” tegas Ary.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...