Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BURSA KETUM PBNU

Ada Said Aqil Siraj dan Yahya Cholil Staquf di Bursa Ketua PBNU

Yahya Staquf & Said Aqil Siradj Kandidat Kuat di Bursa Ketum PBNU. (Dok. oposisi cerdas).

MURIANEWS, Jakarta – Muktamar NU ke-24 telah diputuskan pada Desember 2021. Beberapa bulan menjelang Muktamar, muncul beberapa kandidat dan masuk dalam bursa ketua umum (Ketum) PBNU untuk mengemban masa jabatan selama lima tahun kedepan.

Adapun jabatan Ketua Umum Said Aqil Siraj sedianya berakhir pada 2020 lalu. Namun, jabatannya diperpanjang seiring penundaan Muktamar NU ke-34 karena pandemi virus corona.

Baca juga: Said Aqil Siradj : NU dan Pemerintah Harus Bersinergi

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Syamsul Maarif mengatakan ada beberapa nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU berikutnya. Nama-nama itu yakni Ketum PBNU Said Aqil Siraj, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU Marsudi Suhud hingga Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar.

“Nama-nama itu banyak yang muncul, seperti Kiai Said [Aqil], Kiai Yahya [Staquf] dan Marzuki Mustamar ada Marsudi Suhud. Itu di antaranya,” kata Syamsul dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Dia menegaskan, pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar beda jauh dari Pilkada. Kebersamaan dan kekompakan harus ditunjukan kader-kader NU dalam tiap gelaran muktamar PBNU. Ia juga menekankan pemilik suara sah dalam muktamar PBNU adalah PWNU dan PCNU yang tersebar di berbagai wilayah.

“Di NU itu kan lebih mengedepankan kebersamaan dan enggak hanya logika yang didahulukan, tapi ada nilai-nilai spiritualitas. Itu penting,” kata dia.

Menurutnya, bursa calon ketua umum PBNU bersifat dinamis dan pada akhirnya kader terbaik lah yang akan memimpin NU nanti. Syamsul pun menggarisbawahi kriteria utama calon Ketua Umum PBNU berikutnya, yakni memiliki komitmen besar untuk membangun NU ke depan.

Ada sejumlah isu penting yang digarap PBNU. Salah satunya, kata dia, soal pendidikan. Ia mencontohkan bahwa Said Aqil saat menjabat sebagai Ketum PBNU belakangan ini kerap membangun sekolah dan kampus yang tersebar di penjuru Indonesia.

“Kiai Said kan bisa membangun banyak kampus-kampus. Ini diteruskan kampus-kampus itu. Di samping jumlahnya banyak, kualitasnya juga harus ditingkatkan,” kata dia.

Pemilihan ketua umum baru dan pengurus PBNU akan digelar dalam Muktamar NU ke-34 pada 23-25 Desember 2021. Beberapa pengurus wilayah NU bahkan sudah terang-terangan mendukung tokoh tertentu untuk mengisi kursi Ketum PBNU berikutnya. Salah satunya dukungan kepada Yahya Cholil Staquf datang dari mayoritas kiai-kiai dan pengurus cabang NU di Jawa Timur.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zukifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...