Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Level 3, Pariwisata Berpotensi Tutup Lagi

Wisata Balong Sangkal Putung, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sektor pariwisata di Kabupaten Kudus berpotensi untuk ditutup kembali. Hal ini menyusul kembalinya Kudus ke level 3 dalam Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus sendiri, hingga kini masih mempertimbangkan dan menyosialisasikan kebijakan tersebut.

Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah pun tak menampik jika dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri maupun dalam Instruksi Bupati, sektor pariwisata dinstruksikan untuk tutup sementara.

Namun, pihaknya masih mempertimbangkan kondisi Covid-19 yang terjadi di Kota Kretek. “Dalam Inmendagri dan Inbup memang tutup (pariwisata, redO, namun sampai saat ini masih kami pertimbangkan dan sosialisasikan,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Masyarakat, lanjut dia, sebenarnya tengah menyambut baik pembukaan objek wisata saat PPKM level 2 kemarin. Itu terbukti ketika akhir pekan, banyak sektor pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Baca: Persoalan Ini yang Sebabkan Kudus PPKM Level 3

”Hal tersebut sebenarnya bagus untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, namun memang kami minta pengelolanya untuk terus menegakkan protokol kesehatannya,” jelas dia.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kudus Agus Budi Satrio menyebutkan jika naiknya Kudus ke level 3 hanya karena persoalan capaian vaksinasi. Sementara selebihnya, tak ada masalah.

Tracing dan tracking kami lakukan terus, positivity rate-nya juga sangat rendah, hanya memang karena capaian vaksinasi yang masih jadi PR,” kata dia.

Baca: Kudus dan Jepara Kembali ke Level 3, Ini Daftar Lengkap PPKM Jateng

Pihaknya pun kini terus berupaya melakukan penggenjotan vaksinasi pada sejumlah kategori. Namun terkhusus, adalah pada kategori lansia.

“Pada kategori itu memang paling sedikit capaian vaksinasinya,” ujar dia.

Walau demikian, pihaknya tetap tidak melupakan kategori lainnya. Sebisa mungkin Pemkab Kudus akan menggenjot capaian vaksin di semua kategori. Mulai dari tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat, lansia, ibu hamil, difabel, hingga remaja.

“Ketika nanti ada tambahan vaksin akan langsung kami pakai untuk penyuntikan dosis satu dan dua sesuai kebutuhan di lapangan,” tandasnya.

 

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...