Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MERINDUKAN VAKSIN NUSANTARA

Relawan Tetap Divaksin Lainnya Meski Sudah Suntik Vaksin Nusantara, Ini Alasannya

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Beberapa relawan yang sudah disuntik mengunakan Vaksin Nusantara, ternyata tetap melakukan vaksinasi dengan jenis vaksin lainnya. Itu terungkap dalam diskusi secara virtual dengan topik ‘Merindukan Vaksin Nusantara’, Rabu (6/10/2021).

Ternyata Vaksin Nusantara besutan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum mendapatkan restu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Akibatnya, para relawan yang sudah mendapatkan suntikan Vaksin Nusantara itu tetap mengikuti vaksin jenis lain.

Karena belum mendapatkan restu itu, mereka yang mendapatkan Vaksin Nusantara ini belum terdeteksi fasilitas PeduliLindungi. Untuk bisa mendapatkan akses itu, mereka pun mengikutip vaksin lain.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, yang juga seorang relawan Vaksin Nusantara itu mengungkapkannya saat menjadi narasumber di diskusi secara virtual bertajuk ‘Merindukan Vaksin Nusantara’, Rabu (6/10/2021).

“Sebagai relawan vaknus (Vaksin Nusantara) juga belum bisa memakai fasilitas di PeduliLindungi untuk perjalanan,” keluh Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam jumpa pers virtual, Rabu (6/10/2021).

Untuk itu, dia mendorong agar Vaksin Nusantara segera mendapatkan uji klinis dan izin edarnya dari BPOM. Dengan begitu, pengguna Vaksin Nusantara bisa terhubung dengan PeduliLindungi dan terkoneksi dengan data nasional maupun internasional.

“Karena ini terkoneksi dengan data internasional hingga data di Indonesia, ini terkoneksi dengan data internasional,” kata Melki.

Ditanya soal itu, peneliti Vaksin Nusantara Mayor Jendral TNI (Purn) dr. Daniel Tjen mengatakan untuk memasukan Vaksin Nusantara ke dalam daftar PeduliLindungi itu kewenangannya berada di bawa Kementerian Kesehatan.

“Jadi saya kira apakah vaksin Nusantara ini masuk ke PeduliLindungi, saya kira ini kewenangannya ada di Menkes,” jelas dr Daniel.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...