Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MERINDUKAN VAKSIN NUSANTARA

Punya Banyak Kelebihan, Vaksin Nusantara Dinilai Sanggup Atasi Pandemi Covid-19

Sejumlah relawan mendapatkan suntikan Vaksin Nusantara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Vaksin Nusantara dinilai mampu mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Apalagi vaksin nusantara sendiri merupakan produk dalam negeri yang memiliki segudang kelebihan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komite III DPD RI Prof Dr Hj Sylviana Murni saat menjadi narasumber diskusi virtual dengan topik merindukan vaksin nusantara, Rabu, (6/10/2021).

“Ketahanan kesehatan menjadi aspek penting saat ini. Di negara lain menggunakan produk vaksin sendiri menjadi kunci mengatasi pandemi Covid-19, jadi vaksin nusantara bisa jadi salah solusi,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa kelebihan dari vaksin nusantara menjadi produk dalam negeri tersebutseperti, dari produksi, yang tak memerlukan biaya peningkatan skala. Sebab vaksin nusantara bisa dibuat ditempat pelayanan seperti rumah sakit, klinik, atau pun laboratorium.

Vaksin yang digunakan nantinya juga tidak akan ada cadangan yang terbuang. Pasalnya dibuat dari sel penerima vaksin yang nantinya juga akan disuntikkan kembali ke penerima vaksin yang sama.

“Vakin tersebut bukan seperti vaksin lain, dimana vaksin nusantara itu diambilkan dari darah yang kemudian dipisah antara darah merah dan darah putih yang kemudian di perangi menggunakan kit. Setelah itu disuntikkan kembali,”ungkapnya.

Kemudian, vaksin tersebut juga akan mudah diadaptasikan untuk patogen atau jika dimungkinkan terdapat mutasi virus yang baru.

Selain itu, vaksin nusantara merupakan buatan dalam negeri, yang memakai peralatan atau kit yang dirakit serta didistribusikan oleh perusahaan lokal.

“lebih dari 90 persen komponen kit dibuat perusahaan lokal, Biaya pengiriman nantinya juga rendah, karena tidak membutuhkan alat penyimpanan dengan suhu -80 derajat celcius dan peralatan sebagainya.” ucapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...