Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

90 Persen Tenaga Pendidikan di Grobogan Sudah Divaksin Covid

Siswa SMPN 5 Purwodadi sedang mengikuti vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Sekitar 5.400 tenaga pendidikan di Grobogan sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Jumlah ini setara 90 persen dari target yakni sekitar enam ribu orang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat saat memantau pelaksanaan vaksinasi untuk siswa SMPN 5 Purwodadi bersama Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih dan Kepala Satpol PP Nur Nawanta, Rabu (6/10/2021).

“Sudah 90 persenan tenaga pendidikan kita yang ikut vaksin Covid. Jumlah tenaga pendidikan kita sekitar 6.000 orang,” katanya.

Sekitar 10 persen lainnya belum mengikuti vaksinasi karena terbentur alasan medis. Di mana, mereka ini punya penyakit komorbid dan alasan kesehatan lainnya, sehingga belum bisa mendapatan suntikan vaksin berdasarkan keterangan dokter.

“Jadi, mereka yang 10 persen ini bukan tidak bersedia divaksin. Tetapi ada alasan medisnya. Nanti kalau sudah diperbolehkan oleh dokter, mereka ini siap mengikuti vaksinasi,” jelasnya.

Selain para guru, lanjut Amin, program vaksinasi di lingkup Dinas Pendidikan Grobogan saat ini sudah menyasar pada siswa SMP. Sejauh ini, capaian vaksinasi siswa SMP ini baru sekitar 30 atau 40 persen.

“Untuk siswa SD, TK dan PAUD belum dilakukan vaksinasi. Sedangkan untuk tingkat SMA menjadi kewenangan Provinsi Jateng,” ujarnya.

Baca: Capaian Vaksinasi Bikin Grobogan Kembali ke Level 3 PPKM

Amin menambahkan, sejak beberapa pekan lalu pihaknya sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sifatnya masih terbatas.

Di mana, siswa yang masuk sekolah diatur bergantian harinya dan dibatasi kapasitasnya dalam satu kelas serta menerapkan protokol kesehatan ketat. Di mana, semua siswa harus memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk kelas.

Kemudian, kapasitas siswa juga dibatasi dan diatur jaraknya. Yakni, maksimal ada 16 siswa per ruang kelas.

“Para siswa diwajibkan membawa bekal makan dan minum sendiri karena tidak boleh jajan sembarangan. Pada pelaksanaan PTM terbatas, pembelajaran di setiap kelas hanya berjalan tiga jam saja,” sambungnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...