Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

337 Tempat Wisata Jateng Sudah Dibuka Secara Terbatas

Gubernur Ganjar Pranowo memantau simulasi pembukaan Candi Borobudur, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Hampir separuh dari total tempat wisata di Provinsi Jawa Tengah kini telah dibuka secara terbatas. Pembukaan tempat wisata ini dipastikan telah melalui serangkaian uji coba, penerapan prokes ketat dan pendampingan dari Pemprov Jawa Tengah.

Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan mengatakan, tempat wisata di Jateng yang telah dibuka terbatas sebanyak 337 tempat.

Selain itu, 84 tempat wisata lain saat ini tengah melaksanakan uji coba atau simulasi.

“Kalau total tempat wisata yang ada dalam daftar kami itu ada 690. Jadi sudah ada 48 persen dibuka terbatas dan 12 persen simulasi,” ujarnya, Rabu (6/10/2021).

Ia memastikan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap tempat wisata agar mampu bangkit. Sebab, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), semua tempat wisata tutup.

“Sesuai Inmendagri Nomor 43 Tahun 2021 dan Ingub Jawa Tengah Nomor 14 Tahun 2021, tentang PPKM, kami melakukan penyesuaian untuk pemulihan wisata di Jateng,” ujarnya.

Baca: Wajib Vaksin, Wisatawan Karimunjawa Makin Banyak

Riyadi juga menambahkan, untuk saat ini telah dilakukan uji coba QR PeduliLindungi di delapan tempat wisata.

“Delapan tempat ini dengan kriteria sudah memiliki sertifikat CHSE, di luar ruangan atau outdoor, berada pada PPKM level 3 untuk uji coba tahap 2, dan PPKM level 2 pada ujicoba tahap 1,” ungkapnya.

Dikatakannya, pembukaan tempat wisata harus memenuhi persyaratan. Di antaranya sudah melakukan simulasi, mendapat izin Satgas Covid-19 wilayah, dan kebijakan kabupaten/kota mengizinkan operasional terbatas.

“Semua ini dilakukan agar wisata bisa bangkit, dan aman dari penyebaran Covid-19,” tandasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...