Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kisruh Terjadi di Arena Tinju PON XX Papua

Petinju Papua Barat Merlin Tomatala (Merah) mendaratkan pukulan ke wajah Han Kendi dari Papua (Biru). Pada pertandingan Tinju kelas Light Fly (45-48 kg) Putri PON XX PAPUA ini, diwarnai protes keras dari kontingen Papua Barat. (PB PON XX Papua)

MURIANEWS, Jayapura- Pertandingan tinju di arena PON XX Papua diwarnai insiden pada Rabu (6/10/2021). Kisruh tersebut terjadi lantaran kontingen Papua Barat melancarkan protes, setelah merasa dirugikan oleh juri pertandingan.

Kejadian ini bahkan memaksa Ketua Umum PP Pertina (Pengurus Pusat Pesatuan Tinju Amatir Indonesia), Mayjend TNI (Purn) Komaruddin Simanjutak, harus turun tangan. Sang jenderal akhirnya berhasil meredakan kisruh yang terjadi.

Kisruh di arena Tinju PON XX Papua, yang digelar di GOR Cinderawasih, Jayapura, terjadi usai pertandingan Kelas terbang ringan (45-48kg) putri. Dalam pertandingan ini saling berhadapan petinju Papua Barat Merlin Tomalata dan petinju tuan rumah Papua, Hana Kendi.

Wasit dan hakim pertandingan yang bertugas, di akhir pertandingan menyatakan Hana Kendi menjadi pemenang. Keputusan ini dianggap tidak adil bagi kontingan Papua Barat. Mereka yang merasa dirugikan langsung melancarkan protes keras.

Mereka melakukan protesnya dengan cukup emosional, sehingga kejadian ini sampai harus mendapatkan pelibatan apparat keamanan. Situasi bertambah menjadi tak terkendali setelah para pendukung Papua Barat juga menimpali kejadian ini dengan melakukan cemoohan tak puas terhadap panitia pertandingan.

BACA JUGA: 28 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Melihat situasi yang semakin tak kondusif, Komaruddin langsung naik ke atas ring untuk mengatasi situasi. Komaruddin menyampaikan himbauan agar semua pihak bisa bersikap tenang. Masalah ini akan ditindak lanjuti dengan meninjau rekaman pertandingan yang sudah terjadi.

Hibauan ini akhirnya bisa diterima, dan rangkaian pertandingan yang sempat terhenti, akhirnya bisa dilanjutkan kembali. Petinju Nusa Tenggara Timur Sandu Nestavari Calvin akhirnya bisa bertanding menghadapi Endang dari Nusa Tenggara Barat, di kelas terbang ringan (45-48kg) putri.

“Itu sebetulnya tidak by design ya, tiba-tiba saja. Untuk Langkah-langkah antisipasi, sudah kami konsepkan. Wasit dan hakim kami kumpulkan, saya bentuk dewan hakim. Tujuannya supaya semua ada keadilan dan ketulusan. Tapi kan tidak semua bisa dipastikan,” ujar Komaruddin.

Komaruddin memastikan panitia pertandingan akan meninjau ulang keputusan tersebut, dengan bantuan teknologi tayangan ulang lambat guna memastikan. Rekaman pertandingan akan dibuka untuk memastikan.

Diluar itu, Komaruddin juga menyatakan sudah memberi peringatan kepada para wasit dan hakim yang bertugas di PON Papua untuk tidak membuat masalah. Mereka sudah diancam akan dicabut izin-nya bila kedapatan membuat masalah.

“Sebelum mereka bertugas, saya sudah bilang, kalau sampai ada yang tiga kali ambil keputusan tak sesuai aturan akan dihentikan izin tugasnya,” tegas Komaruddin

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: PBPON

Comments
Loading...