Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Persoalan Ini yang Sebabkan Kudus PPKM Level 3

Salah seorang remaja peserta vaksin tengah disuntikkan vaskin dosis dua Sinovac, Sabtu (11/9/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus kini kembali berada di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang keluar awal pekan ini.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Kudus Agus Budi Satrio menyebutkan, jika naiknya Kudus ke level 3 hanya karena persoalan capaian vaksinasi. Sementara selebihnya, tak ada masalah.

Tracing dan tracking kami lakukan terus, positivity rate-nya juga sangat rendah, hanya memang karena capaian vaksinasi yang masih jadi PR,” katanya, Rabu (6/10/2021).

Pihaknya pun kini terus berupaya melakukan penggenjotan vaksinasi pada sejumlah kategori. Namun terkhusus, adalah pada kategori lansia.

“Pada kategori itu memang paling sedikit capaian vaksinasinya,” ujar dia.

Baca: Jepara Kembali Level 3, Pemerintah Harus Kerja Keras Lagi

Walau demikian, pihaknya tetap tidak melupakan kategori lainnya. Sebisa mungkin Pemkab Kudus akan menggenjot capaian vaksin di semua kategori. Mulai dari tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat, lansia, ibu hamil, difabel, hingga remaja.

“Ketika nanti ada tambahan vaksin akan langsung kami pakai untuk penyuntikan dosis satu dan dua sesuai kebutuhan di lapangan,” tandasnya.

Baca: Bupati Buka Suara soal Pati Kembali Level 3 PPKM

Bupati Kudus HM Hartopo juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis satu. Ketika sudah ada dropping dari Pemerintah Provinsi, maka diharapkan bisa segera dilakukan penyuntikan.

“Jangan ada yang ngendon di faskes-faskes untuk dosis satu, kalau dosis duanya silahkan asal berjalan sesuai waktunya,” kata dia.

DKK sendiri, kemudian diminta untuk aktif berkontak dengan para stageholder maupun pihak swasta. Terutama untuk membantu percepatan penyuntikannya.

“Segera minta fasilitasi ke pihak swasta, mulai dari sektor usaha, pendidikan, maupun lainnya, supaya percepatan untuk vaksinasi dosis pertama ini bisa dikebut,” ujar Hartopo.

Baca: Vaksinasi Lansia jadi Indikator Level PPKM

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sendiri, data vaksinasi per 4 Oktober 2021 capaian untuk kelompok lansia untuk dosis pertama baru ada sebanyak 19.489 orang atau 27 persen.

Sementara untuk dosis kedua baru 10.849 sasaran atau 15 persen, dari target sasaran sebanyak 71.096 orang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...