Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Susah Payah Daftar, Ratusan Pelamar CPNS Kudus Justru Tak Ikut SKD

Sejumlah peserta SKD CPNS Kudus memasuki ruang ujian di UNS Surakarta beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 30 persen pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Kudus tidak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di UNS Surakarta 30 September dan 1 Oktober 2021 lalu.

Jumlahnya pun mencapai 275 pelamar. Mereka juga tidak menyampaikan alasan maupun mengonfirmasi ketidakhadiran maupun keterlambatan pada panitia seleksi.

Padahal sebelumnya mereka telah susah payah mendaftar bersaing dengan ribuan peserta hingga dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tes SKD.

Dengan tidak hadir dalam SKD tanpa keterangan, maka ratusan pelamar itu secara otomatis dinyatakan gugur atau gagal.

“Dari 1.137 pelamar, jumlah peserta yang tidak hadir adalah sebanyak 275 orang,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Tulus Tri Yatmika, Rabu (6/10/2021).

Baca: Tiga Peserta CPNS Jepara Terpapar Covid, Bagaimana Nasib Tesnya?

Pihaknya pun cukup menyayangkan hal tersebut. Walau demikian, fenomena banyaknya calon peserta yang tidak hadir dalam tes SKD tak hanya terjadi di Kudus. Namun juga di berbagai daerah.

“Banyaknya peserta yang tak datang mungkin karena berbagai faktor. Ada yang berkasnya mungkin tidak lengkap atau hal nonteknis lainnya, seperti belum vaksin atau lain-lain,” rinci dia.

Baca: Peserta Tes CPNS di Pati Wajib Ajak Dua Lansia jika Ingin Vaksin, Kenapa?

Soal vaksinasi sendiri, Pemkab Kudus sebenarnya telah memberikan fasilitasi kepada para pelamar CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nonguru beberapa waktu lalu.

Yakni dengan menyiapkan vaksinasi gratis dosis pertama bagi para peserta yang memang belum mendapat vaksin. Saat itu, jumlah pesertanya mencapai ratusan.

“Tapi memang itu hanya untuk warga Kudus saja, sementara yang luar daerah kami memang belum bisa menyediakan,” ujar dia.

Sebagai pelajaran, pihaknya pun berharap para pelamar PPPK yang akan menjalani tes kompetensi pada 17 Oktober nanti untuk menyiapkan semua berkas maupun dokumen. Serta juga tetap menjaga protokol kesehatan.

“Secara keseluruhan untuk tes SKD CPNS berjalan lancar, semua peserta dan panitia patuh dengan penerapan prokes dan tidak ditemukan peserta yang positif Covid-19,” tandasnya.

Baca: Bupati Grobogan Jamin Tak Ada Sogok-menyogok di Seleksi CPNS dan PPPK

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kudus mendapat alokasi formasi PPPK dan CPNS dari Pemerintah pusat sebanyak 496 lowongan. Rinciannya, adalah sebanyak 474 tenaga PPPK dan 22 lowongan CPNS.

Untuk tenaga PPPK terdiri dari 415 guru, kemudian tenaga kesehatan sebanyak 49 lowongan, dan tenaga teknis sebanyak sepuluh orang. Sementara untuk lowongan CPNS, terdiri dari lima lowongan tenaga kesehatan dan 17 lowongan tenaga teknis.

Untuk jumlah pelamar CPNS pada tahun ini sendiri adalah sebanyak 1.137 orang. Sementara jumlah pelamar PPPK nonguru sebanyak 78 pelamar yang telah lolos seleksi administrasi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...