Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Habis Genitin Emak-Emak Muda, Polisi di Tangerang Dibebastugaskan

Ilustrasi Polantas. (dok/era.id)

MURIANEWS, Jakarta – Polisi lalu lintas berinisial FA dibebastugaskan Polres Metro Tangerang setelah genitin dengan meminta nomor WhatsApp emak-emak pemotor berinisial RNA. FA dibebastugaskan karena harus mengikuti proses pemeriksaan di Propam Polres Metro Tangerang Kota.

“Masih proses Propam ya. Dalam pemeriksaan dibebaskan dari tugas rutin,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim dikutip dari Detikcom, Selasa (5/10/2021).  Meski begitu, Abdul tidak menyebutkan detail kapan FA rampung diperiksa Propam.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan memastikan FA akan mendapatkan tindakan (sanksi) dari kesatuannya. FA yang mengaku meminta nomor HP itu sudah mengaku sudah minta maaf pada RNA melalui pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan balasan.

Baca juga: Digenitin Oknum Polisi Pas Ditilang, Emak-Emak Muda Tangerang ini Tuntut Minta Maaf

“Saya sudah WA (WhatsApp) ibunya, saya minta maaf. Tapi, ya itu, nggak dibales-bales dari kemarin-kemarin begitu, tapi saya sudah minta maaf ke dia,” ujar FA.

FA sendiri membeberkan kronologi kejadian yang membuatnya menjalani pemeriksaan di Propam. Kejadian itu bermula saat dia menghentikan RNA karena menerobos lampu merah.

Seteleh memeriksa surat-surat kelengkapan berkendara, FA memberi teguran dan meminta nomor WhatsApp. FA mengaku iba terhadap RNA, sehingga akhirnya memberinya jalan setelah memberikan teguran.

“Itu kan ibu-ibu, kasihanlah, ya udah saya kasih jalan aja. Kalau SIM-STNK lengkap, saya cuma bilang, ‘Bu, lain kali jangan ulangi lagi, lampu merah ngeri kalau diterobos’,” jelasnya.

Baca juga: Nyaris Jadi Korban Pencurian, Emak-Emak di Pasuruan Lawan Pelaku Pakai Sapu

RNA (27) masih berharap polisi genit yang meminta nomor HP kepadanya meminta maaf dan divideokan. Jika hal itu terjadi, RNA akan meng-upload di akun media sosialnya. “(Video klarifikasi) pernyataan menyesal dan permintaan maaf,” ujar RNA saat dikonfirmasi dari sumber yang sama, Sabtu (2/10/2021).

Dirinya menyebut video klarifikasi tersebut nantinya akan diunggah ke media sosial. Pasalnya, kejadian tersebut mulanya diunggah RNA melalui akun Twitternya.

“Saya upload lagi ke media sosial. Karena konten saya kan sudah menjadi konsumsi publik,” papar RNA. Hanya, permintaan RNA ini belum dikabulkan oleh pihak kepolisian. Menurut RNA, pihak kepolisian keberatan apabila FA harus menyampaikan permintaan maaf lewat video.

Di sisi lain, RNA mengaku tidak menuntut FA secara proses hukum. RNA menyerahkan sepenuhnya ke polisi jika FA harus diberi sanksi.

“Tapi pihak Polres (Metro Tangerang Kota) akan tetap memproses tindakan selanjutnya. Karena untuk hukuman dari pihak instansi bukan menjadi ranah saya, Mas. Saya serahkan semua ke kepolisian,” ujar RNA.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...