Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Untung Sudah Dinonaktifkan, Bom ‘Mother of Satan’ Disimpan Hanya 7 Km dari Permukiman

Bahan bom ‘mother of satan’ milik Imam Mulyanto yang berhasil dinonaktifkan. (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Beruntung tim Densus 88 dan Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jabar segera menemukan serta menonaktifkan bahan peledak bom berjuluk ‘mother of satan’ dengan berat 35 kg di Gunung Ciremai.

Beruntung pula narapidana terorisme Imam Mulyana langsung mengakui telah menyimpan bom itu dan menunjukan tim Densus 88 serta tim Jibom Polda Jabar lokasi penyimpanannya, sehingga baham peledak bom itu bisa segera dinonaktifkan.

Sebabnya, bom itu disimpan di Gunung Ciremai dengan jarak yang cukup dekat dengan pemukiman. Yakni hanya berjarak sekitar 7 km saja dari permukiman terdekat.

Lebih lagi, kata Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, bom itu hanya membutuhkan sedikit saja getaran untuk meledak. Jadi sangat berbahaya jika ada warga yang melintas di lokasi bom itu disimpan. Sebab, saat ditemukan bom tersebut masih aktif dan bisa meledak kapan saja.

Baca juga: 35 Kg Bahan Peledak Disimpan Napi Terorisme di Gunung Ciremai

“”Bom tersebut dalam kondisi utuh dan aktif, dalam artian itu bisa diaktifkan saat ditemukan. Dengan sedikit saja, ternyata itu dapat mengakibatkan suatu getaran yang sangat kuat,” kata Erdi mengutip Antaranews, Selasa (5/10/2021).

Sejauh ini, kepolisian sudah menonaktifkan bom berjuluk Mother of Satan dengan berat 35 kilogram itu. Erdi mengatakan sebagian dari bahan peledak itu sempat diledakkan di lokasi penemuan oleh kepolisian guna mengukur seberapa daya eksplosif bahan tersebut.

Hasilnya, kata dia, bahan peledak itu berdaya ledak kuat dan mengkhawatirkan apabila tidak segera ditangani petugas. “Nah sisanya bahan peledak itu dibawa ke Brimob untuk dilakukan disposal,” kata dia.

Baca juga: Siapa Imam Mulyana yang Simpan Bom ‘Mother of Satan’?

Kemudian di Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat, para petugas meledakkan kembali bahan peledak itu agar tidak tersisa setelah diurai. “Jadi kita ledakkan kembali untuk mengamankan karena ini sangat berbahaya jika digunakan teroris,” kata Erdi.

Erdi mengatakan bahwa Densus 88 Polri melakukan pendalaman atas penemuan bom tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada bom lain yang disimpan napi teroris di Gunung Ciremai.

Bom yang dimaksud diketahui milik dari narapidana kasus terorisme Imam Mulyana. Dia mengaku tidak menyangka bahan peledak berjenis Triperoxide (TATP) itu memiliki daya ledak yang besar.

Imam yang ditangkap pada 2017 baru mengaku kepada aparat bahwa dirinya masih menyimpan bom seberat 35 kilogram di sekitar gunung itu pada 2021.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...