Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cerita Pengidap Kanker di Kudus Bolak-balik Kemo dan Radioterapi Tanpa Bayar

Ida Musrifah, salah seorang penerima PBI-JKN. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ida Musrifah warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus, bertahun-tahun menderita kanker payudara. Ia berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu, sehingga biaya pengobatan jadi hal yang menyusahkan.

Terlebih, untuk biaya kemoterapi dan radioetarpi yang bisa menghabiskan dana puluhan juta rupiah. Namun, Ida bisa menjalani semua pengobatan itu, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

Biaya pengobatan ditanggung pemerintah, karena Ida masuk kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).

Ibu dua anak itu mengidap kanker sejak 2013 silam, dan baru bisa melakukan pengobatan sejak 2019 menggunakan fasilitas PBI-JKN.

Pengobatan kemoterapi 21 hari sekali dilakukan di Rumah Sakit Ken Saras, Semarang. ”Awalnya di RS Mardirahayu Kudus, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ken Saras, per tiga minggu kontrol,” katanya, Selasa (5/10/2021).

Ida mengatakan, sejauh ini dia sudah menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Sedangkan radioterapi sudah dilakukan sebanyak 30 kali.

Baca: DKK Kudus Minta Tambahan Rp 3 Miliar untuk JKN Warga Miskin

Menurut dia, jika tidak ada PBI-JKN akan kesulitan untuk berobat. Sebab, biaya pengobatan teramat mahal. Biaya kemoterapi menurutnya sebesar Rp 7 sampai Rp 8 juta.

Sementara itu untuk biaya radioterapi sekitar Rp 60 juta. Sedangkan biaya obat per tiga pekan mencapai Rp 4 sampai Rp 5 juta.

Saat ini kondisi Ida Musrifah semakin membaik. Sebelumnya dia mengaku tidak dapat menggerakkan tangannya ke atas.

“Sudah membaik. Tangan saya sudah bisa saya gerakkan kembali,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Janggalan Noor Azis mengatakan, saat ini sudah ada 92 warganya yang terdaftar di PBI-JKN. Sementara total jumlah warganya ada 2.257 orang.

“Kami terus upayakan melakukan pembaharuan data lewat bidan dan RT,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...