Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Thailand dan Taiwan Ancam Indonesia di Piala Thomas

Tim Bulutangkis Indonesia, saat ini sudah berada di Denmark, untuk berlaga di Piala Thomas dan Uber. (Facebook.com/badmintonindonesia)

MURIANEWS, Kopenhagen- Setelah gagal di Piala Sudirman 2021, tim bulutangkis Indonesia mulai menatap penuh dua turnamen besar Piala Thomas dan Piala Uber. Khusus di Piala Thomas, Indonesia harus waspada pada Thailand dan Taiwan.

Di Piala Thomas, Indonesia tergabung di Grup A bersama Taiwan dan Thailand. Satu lawannya adalah Aljazair, yang akan menjadi lawan pertama Hendra Setiawan dkk.

Dari tiga lawan yang akan dihadapi Indonesia di babak penyisihan grup, tentu saja
kekuatan Taiwan dan Thailand akan menjadi ancaman serius. Bahkan jika tidak beruntung, bisa saja Indonesia akan pulang lebih awal.

Pada pertandingan pertama, mungkin Indonesia tidak akan terlalu kuatir saat menghadapi Aljazair. Masalahnya adalah saat berhadapan dengan Taiwan dan Thailand. Jika tidak hati-hati, Indonesia bisa terperosok.

Indonesia akan menghadapi Thailand pada Senin (11/10/2021), pekan depan. Selanjutnya Hendra Setiawan dkk gentian akan menghadapi Taiwan pada Rabu (13/10/2021). Paling tidak Indonesia harus mengalahkan Aljazair dan satu diantara Thailand atau Taiwan.

BACA JUGA: Setelah Tersingkir Indonesia Fokus Thomas dan Uber

Peluang Indonesia mengalahkan Thailand lebih terbuka jika dibandingkan mengalahkan Taiwan. Dari sisi ranking pemain di BWF, para pemain Indonesia ada di atas para pemain Thailand.

Namun kenyataan di lapangan, seringkali berbeda dengan hitung-hitungan di atas kertas. Di Piala Sudirman, situasi itu sudah terbukti, saat Indonesia disingkirkan Malaysia beberapa waktu lalu.

Thailand akan diperkuat tiga pemain tunggal terbaik mereka, yakni Kantaphon Wangcharoen, Kunlavut Vitidsarn, dan Suppanyu Avihingsanon. Secara tehnis mereka jelas dibawah Jonathan dan Anthony. Namun jika di atas lapangan pemanin Indonesia tidak maksimal, bisa sjaa mereka yang meraih kemenangan.

Taiwan sendiri, memiliki materi pemain yang lebih baik dari Thailand. Taiwan menyimpan ancaman melalui Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei di tunggal putra. Chen tercatat saling mengalahkan saat bertemu Ginting, sementara Jonatan punya statistik bagus melawan Chen. Di sisi lain Wei pun punya catatan menang atas Anthony dan unggul head to head melawan Jonatan.

Di sektor ganda, Thailand tak menyertakan pasangan terbaiknya Maneepong Jongjit/Bodin Isara. Tetapi Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren menampilkan performa yang patut diwaspadai karena bisa mengalahkan pasangan China dan Korea Selatan pada saat Piala Sudirman.

Selain itu Thailand bisa saja memanfaatkan keberadaan Dechapol Puavaranukroh yang selama ini kerap tampil sebagai pemain ganda campuran.

Di kubu Taiwan, keberadaan Lee Yang/Wang Chi Lin tampak memberi kepercayaan diri. Ketika menjuarai Olimpiade 2020 lalu, Lee/Wang mengalahkan Marcus/Kevin dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pasangan nomor tiga dunia itu juga merupakan ganda putra tersukses di era pandemi.

Selain mengandalkan Lee/Wang, Taiwan juga memiliki dua pasangan lain yang tidak dapat diremehkan karena masuk dalam jajaran 30 besar dunia yakni Lu Ching Yao/Yang Po Han dan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.

Indonesia di Piala Thomas memiliki kedalaman skuad baik di sektor tunggal maupun ganda. Di sektor tunggal terdapat Shesar Hiren Rhustavito dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Sementara di sektor ganda terdapat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang sempat tampil di Piala Sudirman, serta pasangan muda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Namun sekali lagi, jika tidak hati-hati Tim Piala Thomas Indonesia bisa saja kembali menanggung malu sepertii di Piala Sudirman. Pulang lebih awal karena tersingkir duluan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...