Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Siapa Imam Mulyana yang Simpan Bom ‘Mother of Satan’?

Imam Mulyana. (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Nama Imam Mulyana menjadi perbincangan. Narapidana terorisme ini membeberkan kalau pernah menyimpan bom berdaya ledak tinggi dengan julukan ‘mother of satan’ dengan berat 35 kg. Siapa sebenarnya Imam Mulyana?

Dikutip dari CNN Indonesia, Imam Mulyana ditangkap pada 2017 lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo hendak berkegiatan di Cirebon, Jawa Barat. Jokowi akan menghadiri penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX di Tamah Gua Sunyaragi.

Tiga jam sebelum Jokowi mendarat, Densus 88 menemukan gerak-gerik pemuda mencurigakan di dekat Bandara Cakrabuana, Cirebon. Pemuda itu kemudian diketahui bernama Imam Mulyana.

Baca juga: 35 Kg Bahan Peledak Disimpan Napi Terorisme di Gunung Ciremai

Tim pun bergerak untuk melakukan penangkapan. Saat penangkapan itu, Tim menemukan sebuah koper berisi sangkur, airsoft gun, buku ajakan berjihat dan beberapa benda mencurigakan lain.

Setelah diperiksa, warga Desa Brujul Wetan, Jatiwangi, Majalengka itu merupakan teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD dan berniat untuk merampas senjata anggota polisi yang mengamankan kedatangan presiden, sekaligus melukainya,” jelas dia, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Saat ini, Imam Mulyana menjalani pembinaan di Lapas Gunung Sindur. Dia juga telah selesai menjalani masa deradikalisasi. Dengan begitu, Imam kini telah berikrar setia pada Pancasila dan mengakui kedaulatan NKRI.

Setelah menjalani masa deradikalisasi itu, narapidana terorisme itu membuat pengakuan mengejutkan. Pada Densus 88 antiteror Polri, dia mengaku masih menyimpan bahan peledak berdaya ledak tinggi yang berjuluk ‘mother of satan’.

Bahan peledak itu disimpannya di Gunung Ciremai, jawa Barat. Jumlahnya pun tak sedikit, yakni seberat 35 kg dan masih aktif.

“Kepada Densus 88, Imam membuat pengakuan yang mencengangkan. Dia bersama komplotannya masih menyimpan bahan baku TATP (Triacetone Triperoxide) sebanyak 35 kilogram,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Mendapati pengakuan itu, tim Densus 88 bersama Tim Penjinak Bom (Jihandak) Brimob Polda Jabar langsung melakukan pencarian. Iwan Mulyana juga diajak untuk menunjukan lokasi penyimpanannya. Upaya pencarian dilakukan pada Jumat (1/10/2021).

Setelah pencarian berhari-hari, lanjut Ramadhan, bahan peledak itu akhirnya ditemukan di ketinggian 1.450 MDPL. Tepatnya disekitar seputaran Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindawangi, Majalengka, Jawa Barat.

“Ditemukan sejumlah TATP dalam beberapa wadah terpisah, sesuai dengan pengakuan Imam Mulyana. Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (Disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan,” ucap dia.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...