Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Panen Kencur, Petani di Kudus Temukan Gading Gajah Purba

Fragmen gading gajah purba sepanjang 1,5 meter yang ditemukan di Kawasan Patiayam. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Fragmen gading gajah purba atau Stegodon Trigonocephalus kembali ditemukan di Kawasan Patiayam Kudus, tepatnya di Desa Terbang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Gading purba ini ditemukan petani saat panen kencur.

Gading itu ditemukan pada awal bulan September 2021 lalu. Fosil yang ditemukan tersebut, sayangnya dalam kondisi tak utuh.

Hanya pangkal gading sepanjang 1,5 meter yang masih berbentuk. Saat ini gading itu disimpan di Museum Purbakala Patiayam Kudus.

Petugas Museum Purbakala Patiayam Moh Jamin mengatakan, gading gajah purba tersebut ditemukan Paijan, warga Dukuh Karangsudo, Desa Terban. Saat itu warga tengah melakukan panen kencur.

“Penemuan tanggal 4 September 2021, kemudian warga melaporkannya ke kami. Akhirnya, keesokan harinya kami cek ke bukit Formasi Slumprit kawasan Patiayam tempat fragmen itu ditemukan,” katanya, Selasa (5/10/2021).

Baca: Nyaris Dijual ke Kolektor, Museum Patiayam Selamatkan Fosil Tengkorak Hewan Purba

Setelah ke lokasi, lanjut dia, fragmen yang ditemukan tersebut ternyata berupa gading gajah purba. Gading tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter tengah berkisar 12-14 cm.

“Kami hanya temukan pangkalnya saja, ujungnya kemungkinan sudah terkikir erosi air. Itupun saat kami angkat kondisinya rusak tapi tidak terlalu parah,” ungkapnya.

Baca: Hujan Berhari-hari, Fosil Gajah Purba Bermunculan di Kawasan Patiayam

Menurutnya, jika fragmen tersebut ditemukan dalam kondisi utuh, dimungkinkan memiliki panjang keseluruhan sekitar tiga meter. Hanya saja, memang yang ditemukan hanya pangkal gading.

“Jika kami lihat diameternya itu kami kalkulasi bisa sekitar tiga meter jika masih utuh,” ujarnya.

Pihaknya akan segera melakukan identifikasi, pendataan, hingga melakukan konservasi serta rekontruksi penyambungan.

“Setelah tahapan itu selesai, baru kami simpan ke ruang penyimpanan. Sampai saat ini sudah ada 30 fragmen gading gajah purba yang ada di Museum Kretek,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...